Ekonomi

Jatim Perkuat Perdagangan Dengan Polandia

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf Berbicara dengan Duta Besar Polandia HE Tadeusz Sumawski pada Jamuan Makan Siang Di Surabaya/Foto Tri Wahyudi/Nusantaranews
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf Berbicara dengan Duta Besar Polandia HE Tadeusz Sumawski pada Jamuan Makan Siang Di Surabaya/Foto Tri Wahyudi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meningkatkan kerjasama ekspor-impor dengan negara Polandia. Peningkatan kerjasama tersebut dilakukan pasca diadakan MoU antara Polandia dan Jatim di Polandia pada (25/11/2016) lalu.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan salah satu keinginan yang disampaikan pada kesempatan itu adalah bagaimana cara agar transportasi barang-barang ekspor dari Jatim ke Polandia. Sebaliknya barang impor dari Polandia ke Jatim dapat langsung sampai ke tujuan tanpa harus transit terlebih dahulu.

“Apabila hal tersebut dapat dilakukan, maka akan terjadi efisiensi pembiayaan, biaya operasional barang dapat ditekan yang pada akhirnya akan berpengaruh harga barang,” kata Gus Ipul panggilan akrab Saifullah Yusuf di Surabaya, Senin (13/2/2017).

Selain itu, Gus Ipul juga berkeinginan agar kapal dari Jatim yang membawa barang ke Polandia ketika pulang tidak dalam keadaan kosong tetapi bisa membawa barang-barang dari Polandia. Apabila hal tersebut dapat dilakukan pada akhirnya juga akan mempengaruhi nilai ekspor dan impor.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, neraca perdagangan Jatim dengan Polandia selama kurun waktu 2012-2016 (Januari-Oktober 2016) rata-rata menunjukkan surplus bagi Jatim setiap tahunnya. Pada periode Januari-Oktober 2016 menunjukkan surplus tertinggi sebesar US$ 22,93 juta.

Selama periode 2012 -2016 (Januari – Oktober 2016) pertumbuhan ekspor Jatim ke Polandia nilainya cenderung menurun. Namun pada tahun 2016 pertumbuhan ekspor Jatim ke Polandia naik sebesar 29,28 persen. Adapun rata-rata share terhadap total ekspor Jatim selama periode di atas adalah 0,24 persen.

Komoditi non migas Jatim yang diekspor ke Polandia adalah alas kaki, bahan kimia organik, besi dan baja, kayu, barang dan kayu, sabun dan preparat pembersih, perabot, penerangan rumah, buah-buhan, tembakau, lemak dan minyak hewan/nabati, berbagai produk kimia lainnya.

Sedangkan perkembangan nilai impor Jatim dan Polandia selama kurun waktu 2012 – 2016 (Januari – Oktober 2016) mengalami fluktuatif, dengan trend pertumbuhan rata-rata sekitar 37,06 persen per tahun. Adapun terhadap total impor Jatim rata-rata sharenya 0,14 persen.

Adapun komoditi non migas Jatim yang impor dari Polandia adalah susu, mentega, telur, perkakas, perangkat potong, jangat dan kulit mentah, mesin-mesin/pesawat mekanik, karet dan barang dari karet, olahan dari tepung, bahan kimia organik, perekat, enzim, besi dan baja, kertas/karton dan lain-lain.

Sementara itu Mr. H.E. Tadeusz Sumowski mengapresiasi keingingan Gus Ipul, apalagi Polandia dengan pelabuhan terbesarnya “Pelabuhan Gdansk” merupakan pelabuhan strategis di Eropa Utara dan Jatim merupakan pintu masuk barang untuk Indonesia Timur.

Pada kesempatan itu disampaikan Polandia berkeinginan melakukan kerjasama dengan Jatim dengan capian yang lebih konkrit. Karena selama ini kerjasama selalu dilakukan di ibukota negara yaitu di Jakarta, tidak berhubungan langsung dengan Jawa Timur sehingga hasilnya dinilai kurang maksimal.

Pewarta: Tri Wahyudi

Komentar

To Top