Berita Utama

Jangan Biarkan Anak Bangsa Ciut Hadapi Era Robotik

Robot-robot wanita cantik/Foto dok. nusantaranews

Robot-robot wanita cantik/Foto dok. nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Globalisasi gelombang kedua sudah berakhir. Dunia berada dalam zona Situasi Batas. Bangsa-bangsa termasuk bangsa Indonesia, bergerak lebih cepat menuju tata dunia baru yakni globalisasi kelombang ketiga. Lantas apa yang akan terjadi di era yang sudah semakin dekat ini? Dimana rezim BBM juga ikut runtuh bersamanya.

(Baca : Indonesia Tidak Boleh Menjadi Negara Gagal Dalam Globalisasi Gelombang III)

Ada banyak film briliant idenya, ialah film-film yang menceritakan hadirnya robot-robot ciptaan pengganti manusia, salah satunya film Bollywood “Chapi”. Di beberapa negara, seperti Jepang misalnya, sudah dioperasikan robot-robot di beberapa tempat untuk bekerja laiknya manusia. Fakta yang akan terjadi di Indonesia di masa depan, akan banyak robot bekerja untuk perusahaan-perusahaan.

Soal era Robotik Indonesia, bulanlah hal baru. Sejak tahun 2011 silam, anggapan akan datangnya sebuah masa dimana robot-robot menjamah pekerjaan manusia sudah diperbincangkan. Pendukung utamanya tidak lain dan tidak bukan, pesatnya perkembangan teknologi canggih. Dan lima tahun lalu, robot yang disebut humanoid sudah dikembangkan.

(Baca juga : Hadapi Tata Dunia Baru, Indonesia Berpotensi Menjadi Pemain Utama di Pasifik)

Humanoid bisa menari dan ada yang bisa main bola. Di Jepang, humanoid dengan postur wanita cantik sama sekali tidak menunjukkan bahwa itu robot. Itupun sudah diperjualbelikan dan sudah dipakai untuk bekerja di pabrik-pabrik, medan pertempuran, dan juga di meja operasi.

Indonesia rupanya sudah bersiap diri untuk menyambut era robotik. Institute of Technology Purwadhika Nusantara bersama Microsoft, dan World Robotic Explorer sudah mulai mengembangkan sistem cloud computing. Jika sistem ini berhasil, semua orang di Indonesia dapat memiliki robot pintar dan dapat mengendalikannya.

Cloud computing merupakan database yang dapat diakses dengan menggunakan internet. Semua data akan tersimpan di server, semua orang dapat mengakses data tersebut melalui teknologi yang dimilikinya seperti smartphone, netbook atau notebook. Karena itu, data yang ada tidak terbatas dibandingkan data yang ada pada sebuah gadget. Pengembangan sistem cloud computing ini untuk membenahi kekurangan yang ada pada jama komputer. Yang mana untuk mengoprasikannya, orang harus terhubung dengan terminal atau server untuk mengakses data. Lalu, berkembang komputer individu atau notebook untuk dapat menyimpan data pribadi.

Ketiga badan yang bergerak di bidang pengembangan IT di atas, mencoba mengembangkan robot-robot pintar dengan tingkat intelegensia yang tinggi melalui sistem Cloud computing. Kelak, dengan sistem dengan kecanggihan tak terbatas ini, semua orang tanpa harus jadi soerang programer atau tanpa mesti memiliki keahlian dibidang IT, sudah bisa mengendalikan robot dengan menggunakan gadget yang sering digunakannya melalui jaringan internet. Karena robot yang dikendalikan memiliki otak yang tersimpan di ‘awan’ atau internet. Bahkan robot-robot tersebut menurut pendiri Institute of Technology Purwadhika Nusantara Purwo Hartono mampu melakukan komunikasi dengan semua robot di belahan dunia lain. Menariknya, robot ini pun mampu berkomunikasi dengan manusia tanpa mengenal jarak.

(Lihat pula:
Tahun 2030, Semua Mobil Yang Dijual di Jerman Harus Bebas Emisi
Mobil Berteknologi Hidrogen di JSC Bakal Menjadi Percontohan di Dunia
Pesawat Terbang Tanpa Awak Kantongi IMAA)

Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia mesti bergerak aktif menuju era robotik yang akan menjadi bagian dari tata dunia baru nanti yang disebut dengan era globalisasi gelombang ketiga. Walaupun sampai saat ini, Menurut Risman Adnan, Development & Platform Director Microsoft Indonesia, infrastrukturnya belum sepenuhnya terpenuhi. Itulah satu kendala yang mesti segera diselesaikan oleh berbagai pihak, khususnya pemerintah. Meski begitu, ketiga lembaga tersebut pantang mundur. Alhasil, mereka telah mengembangkan robot yang dapat dikendalikan melalui OS apple seperti iPad, iPhone, ataupun Mac.

Pertanyaannya kemudian, apakah para pekerja otomotif akan tercampakkan di Era Robotik? Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, di Karawang, memberikan tanggapan bahwa Robotisasi automation tidak bisa dicegah. Justru yang harus kita jawab bagaimana anak bangsa bisa bersinergi atau inline dengan perkembangan tersebut.

“Jadi ada yang dilansir oleh ILO (Organisasi Buruh Internasional) kalau tidak salah, beberapa pekerjaan kita bisa di-occupied dengan sistem otomatis. Tapi jangan kan di Indonesia, di Amerika Serikat saja 50 persen job-nya itu terancam di-occupied oleh otomation,” terang Bob Azam seperti dikutip DetikOto.

Sebelum Era Robotik beroprasi, katanya, para pekerja otomotif, bahkan kalau dimungkinkan semua pihak mesti memiliki bekal menghadapinya. Jadi, bukan berdiam diri atau menentang otomation, sebab zaman memang sedang bergerak menuju perubahan besar-besaran. Apalagi hal ini sudah menjadi tren, tapi bagaimana kita mempersiapkan kita bisa bekerja in-line dengan sistem otomatis. Contoh sekolah jangan terlalu banyak diajarkan untuk menghafal lagi, tapi diajarkan bagaimana problem solving.

Menurutnya, di era robotik nanti, orang dengan mesin akan bekerja inline. Jadi, posisi mausia tidak akan tergeser, asalkan berupaya mengembangkan potensi mereka masing-masing. “Tapi kalau enggak, pasti terlibas,” tandasnya. (Sulaiman)

Komentar

To Top