Jalur Sutra Abad 21 Adalah Proyek Ambisius China

0

NUSANTARANEWS.CO –  Negara Tiongkok berambisi besar untuk menghubungkan daratan dan perairan yang membentang dari China sampai ke jantung Eropa, dalam koridor jaringan perdagangan global.

Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemelu RI, Siswo Pramono, Jalur Utara inisiatif one belt one road ini, dimulai dari Rotterdam dan berakhir di Moscow. Rotterdam dipilih karena merupakan jalur hidup bagi orang-orang Eropa. Namun, jalur ini menemui kesulitan ketika memasuki Turki hingga ke Moscow.

Moscow itu adalah negara nakal, oleh karena itu negaranya diembargo, sehingga pertumbuhan ekonominya minus 3,7 persen, jelas Siswo. Sebelum sampai ke Moscow, Jalur Sutera ini juga melintas daerah-daerah yang rawan konflik dan rumit seperti Syiria. Sehingga, jalur ini sangat mengkhawatirkan bagi perlintasan barang dan jasa.

Jalur Biru atau Jalur Selatan, lanjut Siswo, lebih menguntungkan karena melewati negara-negara kaya. Seperti Venesia, Atena dan berakhir di Selat Malaka Indonesia. Hanya saja, jalur biru ini juga tidak semuanya mulus. Di beberapa kawasan bahkan harus berperang menghadapi bajak laut.

Sementara di Indonesia, China hanya tertarik di bagian barat saja. Lalu apa sih PR kita? Apa yang kita mau dari poros maritim dunia? Menurut Siswo, Indonesia jangan berposisi sebagai penyeimbang, tetapi harus sebagai pemberi garansi. Oleh karena itu, apabila Indonesia belum bisa menjadi garansi, sebaiknya konsep Poros Maritim Dunia dimatangkan dahulu sebelum berbicara lebih jauh dengan China (Rafif/Achmad)

 

Komentar