IORA Dalam Genggaman Indonesia/Logo: Dok. bdnews24.com
IORA Dalam Genggaman Indonesia/Logo: Dok. bdnews24.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) Tahun 2017 akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center, pada tanggal 5 s.d. 7 Maret 2017 nanti. Lantas sejauh mana peran aktif Indonesia selama berkecimpung dalam IORA, khususnya sejak menjadi ketua IORA pada periode 2015 s.d. 2017? Apa saja peran aktif Indonesia?

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya menjelaskan bahwa kerja sama IORA merupakan salah satu platform untuk memajukan kerja sama maritim komprehensif (comprehensive maritime cooperation) di tataran regional Indo-Pasifik.

“Dalam kaitan ini, selama masa tersebut Indonesia bertekad untuk tidak sekedar menjadi Ketua, tetapi juga Pemimpin,” kata Desra dalam wawancaranya saat rapat persiapan IORA Leaders Summit pada 22/2 lalu.

Simak: KTT IORA, Pengembangan Budaya Dialog untuk Perdamaian di Kawasan Samudera Hindia

Oleh karena itu, lanjut Desra, Indonesia berperan aktif dalam sejumlah hal, antara lain: Pertama, Indonesia berkomitmen untuk mendorong kerja sama negara anggota IORA dan mitra wicara melalui 6 (enam) isu prioritas kerja sama (keamanan dan keselamatan maritim; fasilitasi perdagangan dan investasi; manajemen perikanan; manajemen penanggulangan resiko bencana; ilmu pengetahuan dan teknologi; serta pariwisata dan pertukaran budaya).

“Disamping itu, Indonesia juga menaruh perhatian untuk lebih meningkatkan kerja sama pada dua isu lintas sektoral, blue economy dan pemberdayaan perempuan,” katanya.

Kedua, tambah Desra, Indonesia mendorong sejumlah inisiatif dalam kerangka IORA kerja sama IORA. Utamanya, dengan menghasilkan outcome yang strategis, relevan dan kredibel sesuai dengan situasi geopolitik di Samudera Hindia (IORA Concord).

Baca: Ratas KTT IORA 2017 Dipimpim Presiden

“Ketiga, Penguatan IORA sebagai institusi/konsolidasi kelembagaan; Keempat, Menciptakan peluang bisnis dan investasi di kawasan; Kelima, Pengarus utamaan kerja sama kemaritiman/mainstreaming maritime cooperation melalui antara lain kerja sama ekonomi maritim, blue economy, dan manajemen sumber daya maritim.  Hal ini sejalan dengan pencanangan visi Poros Maritim Dunia Presiden RI;” urainya.

Adapun yang keenam, imbuhnya, mendorong negara anggota IORA dan Sekretariat IORA untuk melakukan promosi guna meningkatkan people awareness mengenai keberadaan IORA, potensi kerja sama ekonomi, pariwisata, pendidikan, kelautan dan budaya di kawasan Samudra Hindia. Indonesia telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan visibility IORA pada tingkat domestik dan internasional (melalui IORA outreach programs). (rsk)

Editor: Sulaiman

Komentar