Inspirasi

Inspiratif: Ikut BPUN Way Kanan, Pramusaji Ini Akhirnya Kuliah di PTN

Zakiroh Mutawakil kanan menerima sertifikat BPUN dari Ketua Alumni BPUN 2015 Disisi Saidi Fatah kiri/Foto: PC GP Ansor Way Kanan
Zakiroh Mutawakil kanan menerima sertifikat BPUN dari Ketua Alumni BPUN 2015 Disisi Saidi Fatah kiri/Foto: PC GP Ansor Way Kanan

NUSANTARANEWS.CO – Zakiroh Mutawakkil, alumni BPUN Way Kanan 2016, mahasiswa psikologi Universitas Syiah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam yang berkadretasi A. Dari Serambi Mekah, alumni SMK Gajah Mada Bandar Lampung itu menuturkan manfaat mengikuti BPUN 2016 digelar PC GP Ansor Way Kanan, Lampung yang dipimpin motivator dan praktisi Neo Neuro-Linguistic Programing, Gatot Arifianto.

“Saya awalnya tidak ada niatan mau kuliah, makanya ambil SMK jurusan Bisnis Manajemen sembari kerja di rumah makan cukup besar di Bandar Lampung,” tutur Zakiroh, di Nanggroe Aceh Darussalam saat dihubungi dari Way Kanan, Lampung, Selasa, (31/1).

Di rumah makan tersebut, Zakiroh bekerja sebagai pelayan, kemudian naik menjadi pramusaji dan kemudian menjadi kasir. “Niatan awal kenapa saya tiba-tiba mau kuliah adalah ketika saya capek. Pagi sekolah dan pulangnya kerja serta sering pula dimarahin sama bos dan pelanggan. Dari situ saya mulai berpikir, sampai kapan mau kerja begini dan digaji tak seberapa. Itulah awal kenapa saya memutuskan untuk kuliah,” tuturnya.

Zakiroh lulus SMK pada 2015 dan gagal menembus SBMPTN di tahun tersebut kendati sudah ikut bimbingan belajar intensif selama sebulan penuh setelah ujian nasional.

“Saya galau sampai-sampai mengeadarai motor dengan bengong dan pikiran entah pergi kemana. Alhamdulillah, Allah menghindarkan saya dari musibah saat mengendarai kendaraan dengan pikiran kacau,” ujar dia lagi.

Pasca gagal menembus SBMPTN di 2015,  Zakiroh melewati hari-hari dengan galau, main, kerja dan hura-hura selain mempersiapkan diri mengikuti SBMPTN 2016.

“Tahun 2016 saya bertekad masuk PTN dengan jalur SBMPTN lagi. Tapi karena ibu saya sudah tidak punya uang lagi, maka saya cari alternatif lain. Dan ketemulah BPUN Way Kanan. Jarak tempuh Way Kanan dari tempat tinggal saya, Bandar Lampung sekitar empat jam,” kata Zakiroh lagi.

Bersama peserta lain, Zakiroh mengikuti BPUN Way Kanan dan menjalani karantina selama sebulan penuh. “Ikut BPUN saya ibaratkan cuma perlu membawa badan dan otak. Dan biayanya cukup murah, yakni membawa beras sendiri untuk keperluan makan selama karantina,” paparnya.

Ia lalu menambahkan, niatan awal ikut BPUN Way Kanan buat menambah amunisi untuk menghadapi SBMPTN  sembari refreshing karena bosan dengan rutinitas kehidupan di Kota Bandar Lampung.

“Saya beranikan diri ikut BPUN karena yang pertama, saya perempuan, kedua belum pernah pergi ke Way Kanan sama sekali, ketiga dibayang-bayangi ketakutan juga oleh orang tua tersayang. Tapi saya kuatkan tekad untuk berangkat ke  Pesantren Assiddiqiyah 11, tempat penyelenggaraan BPUN,” ujarnya.

Di tempat penyelenggaraan BPUN, peserta diajari hidup prihatin, belajar giat, dan mendapat siraman-siraman rohani dari pengasuh pesantren, Kiai Imam Murtadlo Sayuthi beserta istri, Umi Muniroh.

“Selain memberi materi pelajaran akademik, BPUN Way Kanan menghadirkan motivator-motivator keren. Hal menarik lain, pelajaran operasi semut, yaitu menjaga kebersihan. Pokoknya kalau mata kita lihat sampah harus dipungut dan dibuang ketempatnya,” tuturnya lagi.

Keterampilan tambahan diberikan dalam BPUN Way Kanan ialah ilmu jurnalistik, hijamah (bekam) kemudian mengolah sampah plastik menjadi barang berguna atau bisa dimanfaatkan. “Refreshing yang diberikan juga keren, karena setiap minggu sekali ada acara makan ayam bakar atau ikan bakar di tepi sungai, di bawah pohon rindang atau di sekitar air terjun,” kata dia lagi.

Karena itu, Zakiroh yang mendapat beasiswa Bidik Misi itu menyarankan, pelajar SMA sederajat berprestasi di Provinsi Lampung tapi tidak mampu  secara ekonomi untuk mengikuti BPUN Way Kanan 2017 yang akan kembali digelar.

“BPUN program berkualitas yang menumbuhkan kepercayaan diri dengan biaya terjangkau sehingga sangat layak diikuti. Program tersebut bertujuan mendorong sebanyak-banyaknya mahasiswa kurang mampu untuk bisa masuk PTN. Memberikan pendampingan akademik, penguatan soft skill hingga motivasi. Terima kasih untuk semuanya BPUN Way Kanan,” pungkasnya. (nusantaranews/red02)

Komentar

To Top