Direktur Panas Bumi, Yunus Saefulhak. Foto Via energyworld
Direktur Panas Bumi, Yunus Saefulhak. Foto Via energyworld

NUSANTARANEWS.CO – Direktur Panas Bumi, Yunus Saefulhak jelaskan mengapa tender Wilayah Kerja (WK) mendesak untuk terus digalakkan, tak lain karena ramah lingkungan.

Melalui siaran persnya, Jumat (28/10/2016) di Jakarta, dirinya mengungkapkan  pemanfaatan sumber energi panas bumi tidak banyak menggunakan lahan.

“Pemerintah akan jalan terus dan akan kembali melakukan tender Wilayah Kerja (WK) Panas Bumi Gunung Ceremai sebelum akhir tahun ini. Kita tidak boleh mundur karena ini untuk rakyat dan demi kebutuhan listrik yang harus dipenuhi,” ujar Yunus Saefulhak.

WKP Gunung Ciremai direncanakan untuk dikembangkan sebesar 55 MW dan diharapkan dapat berproduksi tahun 2025. WKP Gunung Ciremai yang terletak di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka ini memiliki potensi sumber daya panas bumi serata 150 MW.

“Sebagian besar LSM menerima, hanya sebagian kecil saja LSM yang menolok dan ini tantangan buat kita untuk mampu memberikan pemahaman kepada mereka,” kata Yunus.

Selain ramah lingkungan, pemanfaatan sumber energi panas bumi tidak banyak menggunakan lahan yang sudah diperuntukkan atau yang menjadi hak pengelolaannya.

Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral terus berkoordinasi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Yunus menginformasikan, akan kembali bertemu dengan Bupati Kuningan dan para Kepala Dinas serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mendukung kami. Jadi hari ini jam 3 sore harus balik lagi kesana untuk melayani mereka. (Adhon/Red-01)

Komentar