Connect
To Top

Ini Strategi Kemenperin Genjot Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan

NUSANTARANEWS.CO – Guna  meningkatkan pertumbuhan industri alat kesehatan nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam siaran persnya mengaku pihaknya butuh dukungan dengan pelaksanaan program peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN).

“Selama ini, Kemenperin aktif melakukan koordinasi lintas sektor dengan kementerian dan lembaga terkait dalam pencanangan gerakan cinta alat kesehatan produk dalam negeri kepada masyarakat luas,” ungkap Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Arus Gunawan di Jakarta Sabtu (22/10/2016).

Sementara dalam pengadaan alat kesehatan, lanjutnya, pemerintah akan menggunakan sistem e-katalog dengan mengutamakan produk dalam negeri. “Bagi instansi yang dibiayai melalui pendanaan negara, diwajibkan untuk menggunakan produk alat kesehatan dalam negeri,” tegasnya.

Saat ini, sebanyak 65 produsen di dalam negeri telah mampu memproduksi alat kesehatan, antara lain ranjang rumah sakit, stetoskop, tensi darah, peralatan suntik dan infus, serta peralatan uji laboratorium.

“Kami optimistis industri alat kesehatan akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucapnya.

Pada ajang PPI 2016 di Surabaya, industri alat kesehatan yang tampil, diantaranya PT. Mega Andalan Kalasan (MAK) yang menampilkan produk unggulannya, berupa tempat tidur pasien electric ICU-ICCU Sotamak Column. Perusahaan yang berdiri di Yogyakarta sejak 1988 ini telah membangun Mega Andalan Technopark yang awalnya merupakan fasilitas produksi dan dikembangkan menjadi unit-unit industri mandiri pada tahun 2000.

Produk ranjang rumah sakit MAK mendapatkan tanda Conformite Europeene (CE) dari Eropa, sebagai langkah awal MAK mengembangkan segmen pasar di wilayah tersebut. Selain itu, seri SOTAMAK merupakan produk modern yang dilengkapi fitur canggih untuk meningkatkan kinerja perawat sekaligus kenyamanan pasien. MAK juga memproduksi seri SUPRAMAK yang fleksibel dengan menggunakan komponen plastik yang diproduksi oleh MAK sendiri. (Adhon/Red-1)

Komentar