Ilustrasi Kantor Kadin Indonesia/Foto istimewa
Ilustrasi Kantor Kadin Indonesia/Foto istimewa
Ilustrasi Kantor Kadin Indonesia/Foto istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan, ada lima strategi untuk mengakselerasi peningkatan ekspor Indonesia sebesar 500% pada 2025-2030 serta meningkatkan kinerja ekspor yang tidak lagi bergantung pada sumber daya alam.

“Peningkatan ekspor Indonesia melalui lima pilar utama strategi, yaitu penambahan jumlah eksportir, diversifikasi produk ekspor, pengembangan pasar ekspor, peningkatan harga ekspor, dan pengembangan ekosistem ekspor,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno pada konferensi pers di Menara Kadin Jakarta, Senin (26/9).

Benny mengatakan, peningkatan ekspor hingga 500% diharapkan dapat tercapai dalam 10-15 tahun dengan perkiraan nilai ekspor dari 150 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 750 miliar dolar AS pada 2025-2030.

Kadin mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Januari-Agustus 2016 sebesar 91,73 miliar dolar AS menurun 10,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Akan tetapi, volume ekspor hanya menurun sebesar 3,39% yang artinya terjadi penurunan jauh lebih besar pada harga rata-rata ekspor.

Volume ekspor migas di Indonesia justru mengalami kenaikan 0,33% pada periode tersebut di saat nilai ekspor turun 33,38% sehingga dapat disimpulkan penurunan nilai ekspor migas disebabkan penurunan harga rata-rata ekspor.

Benny menjelaskan, ekspor non migas, khusus industri manufaktur perlu dikembangkan lebih intensif untuk mengembangkan ekspor Indonesia di masa mendatang.

Menurutnya, pelaku ekspor menjadi kontributor utama dalam pencapaian ekspor 500%, namun saat ini jumlah eksportir menurun akibat memburuknya perekonomian dunia sehingga banyak pelaku usaha termasuk eksportir yang tidak mampu bersaing.

Ia pun mendorong penambahan jumlah eksportir, baik dari perusahaan yang sudah beroperasi maupun calon wirausaha baru untuk menjalankan usaha bisnis ekspor.

Oleh karena itu, Kadin Indonesia akan menggelar Konferensi Perdagangan Nasional 2016 dengan tema “Trade and Export for All” pada Selasa (27/9) untuk mencetak seribu eksportir baru dari kalangan perguruan tinggi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kita perlu mengajak kalangan perguruan tinggi berwawasan global dalam rangka menciptakan ekosistem yang mendukung ekspor dan mencetak SDM berkompetensi tinggi untuk bekerja di perusahaan-perusahaan internasional asal Indonesia di mancanegara,” ujar Benny.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Perdagangan Nasional 2016 Handito Joewono mengatakan perdagangan barang dan jasa melalui situs internet “e-commerce” menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan untuk pencapaian ekspor 500 persen.

“Kita lihat e-commerce banyak diisi oleh eksportir perorangan. Usaha kecilnya dilakukan perseorangan. Kita mau ekspor ke luar negeri dengan memanfaatkan e-commerce baik dari kalangan dunia usaha maupun perguruan tinggi,” kata Handito yang juga Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia.

Ia menambahkan dalam konferensi ini sejumlah penandatanganan kesepakatan akan dilakukan untuk memajukan ekspor produk kuliner, UMKM dan pemanfaatan “e-commerce” dalam rangka peningkatan ekspor Indonesia 500% pada 2030. (Yudi)

Komentar