Febri Diansyah saat menerima penghargaan tahun 2012/Foto: Dok. Tempo
Febri Diansyah saat menerima penghargaan tahun 2012/Foto: Dok. Tempo

NUSANTARANEWS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja melantik Juru Bicara (Jubir) KPK yang baru yakni Febri Diansyah. Pemuda yang pernah konsens bergerak dalam di ranah memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indonesia dinilai memiliki kematangan berpikir dan artikulasi. Sehingga layak untuk menduduki kursi yang sudah cukup lama ditinggal oleh Jubir pertama KPK Johan Budi Sapto Prabowo.

Nama Febri Diansyah bagi sebagian orang, tidak asing namanya. Namun siapakah sebenarnya Febri Diansyah? Dan bagaimana sepak terjangnya selama ini dalam dunia pemberntasan korupsi di Indonesia?. Menarik untuk diuraikan sedikit tentang sosok pemuda yang digadang-gadang memiliki kredibilitas sepadang dengan jubir KPK sebelumnya, Johan Budi.

Baca : Pimpinan KPK Lantik Jubir Baru

Febri Diansyah adalah pria kelahiran Padang, Sumatera Barat. Pemuda alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang lulus pada tahun 2007 dikenal sebagai seorang aktivis anti-korupsi Indonesia. Dia pernah mengabdikan dirinya di sebuah lembaga nirlaba yang terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi melalui usaha-usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat atau berpartisipasi aktif melakukan perlawanan terhadap praktek korupsi.

Indonesian Corruption Watch (ICW) akhirnya menjadi wadah yang sangat tepat baginya untuk menyalurkan aspirasi kritis dan kontribusi serta belajar agar tidak jadi orang kebanyakan. Di ICW ia ditempatkan dibagian program monitoring hukum dan peradilan, dengan tugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Atas kiprahnya bersama ICW, pada Februari 2012, Febri dianugerahi penghargaan sebagai aktivis/pengamat politik paling berpengaruh pada tahun 2011. Penghargaan ini diberikan oleh lembaga riset politik Charta Politika Indonesia atas intensitas pernyataan Febri pada isu-isu korupsi, seperti kasus Wisma Atlet, Undang-undang KPK, pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat, dan seleksi pimpinan KPK, yang dianggap tertinggi dibanding pengamat dan aktivis lain.

Baca juga : Dilantik Jadi Jubir KPK, Febri Diansyah Dinilai Selabel Johan Budi

Disamping itu, Febri juga aktif dalam dunia literasi. Ia aktif menulis ide dan gagasannya dalam bentuk kolom, opini, dan artikel di beberapa media cetak dan online baik lokal maupun nasional. Dengan aktivitasnya di ICW dan tulisan-tulisannya yang tajam di media cetak serta pernyataan-pernyatannya dalam talk show di media elektronik, ia dipandang sebagai salah seorang tokoh muda anti korupsi di Indonesia.

Menulis bagi Febri seperti memperpanjang hidup. Hal itu tercermin dalam salah satu pernyataanya beberapa waktu lalu bahwa, buku-buku itu mengajarkan bahwa kata-kata tidak berumur panjang, kecuali hanya jika ditulis. Maka tak heran, bila karya-karya banyak menghiasi media massa. Beberapa tulisannya yang populer adalah “Pura-Pura Memberantas Korupsi”, “Kotak pandora bank Century”, “Trend Korupsi Wakil Rakyat”, “Mengulas 7 Jurus Bertrand de Speville”, “Jalan Panjang Tugas KPK”, “Respon Ad Interm Kasus Korupsi”, dan “Melindungi Pelanggar Sumpah Omerta” serta masih banyak yang lainnya. (Sulaiman)

Komentar