Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto Andika/Nusantaranews
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, selama dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla, berbagai kebijakan telah diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Seperti Amran memaparkan, mulai dari perbaikan irigasi sebanyak 3,05 juta hektar mampu dikerjakan dalam waktu 1,5 tahun dari target 3 tahun, penyediaan alsiantan 180 ribu unit, asuransi pertanian 674.650 hektar, dan pembangunan embung, longstorage dan dam-parit mencapai 3.771 unit serta pengembangan benih unggul dua juta hektar.

“Kemudian, Kementan telah membangun lumbung pangan perbatasan, integrasi jagung-sawit 233 ribu hektar, peningkatan indeks pertanaman, pengembangan lahan rawa lebak dan sapi indukan wajib bunting,” kata Amran di Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Lebih lanjut, kata Amran, implementasi program Kementan telah melakukan pengendalian impor dan membangun Toko Tani Indonesia sebanyak 1.218 unit atau naik 100 persen.

“Harus dicatat, semua implementasi program ini tidak pernah dilakukan sebelumnya, sehingga ini terobosan baru yang menjadi pembeda dibandingkan program sebelumnya,” ucap Amran.

Menurutnya, capaian Implementasi Program Kementerian Pertanian contohnya, bahwa Indonesia mampu melewati ancaman peristiwa El Nino 2015 dan La Nina 2016.

Amran berujar, keberhasilan beradaptasi terhadap kedua peristiwa iklim tersebut di tahun 2016 yakni tidak ada paceklik, sehingga produksi pangan meningkat, impor pangan menurun bahkan tidak ada impor.

Amran mengklaim produksi padi selama dua tahun yakni 2015 hingga 2016 naik 11 persen, jagung naik 21,8 persen, cabai naik 2,3 persen, dan bawang merah naik 11,3 persen.

Peningkatan produksi komoditas unggulan peternakan, daging sapi naik 5,31 persen, telur ayam naik 13,6 persen, daging ayam naik 9,4 persen, dan daging kambing naik 2,47 persen.

“Begitu pun produksi komoditas perkebunan, tebu naik 14,42 persen, kopi naik 2,47 persen, karet 0,14 persen dan kakao naik 13,6 persen,” ungkapnya.

Terkait kinerja ekspor impor selama dua tahun kerja, Amran menambahkan, tidak ada impor beras, ekspor beras naik 43,7 persen, impor jagung turun 66,6 persen dan impor bawang merah turun 93 persen. (Andika)

Komentar