Sebagian besar laki-laki eropa berkepala botak/Foto cyber
Sebagian besar laki-laki eropa berkepala botak/Foto cyber

NUSANTARANEWS.CO – Rambut rontok pada laki-laki tampaknya terkosentrasi di beberapa negara di seluruh dunia. Faktor genetika dinilai sangat mempengaruhi mengapa laki-laki sering mengalami rambut rontok hingga tampak botak. Inggris disebut sebagai salah satu negara yang cukup banyak laki-laki mengalami rambut rontok.

Melansir Express, kebotakan paling umum terdapat di Rapublik Ceko dengan hampir setengah dari orang-orangnya mengalami kebotakan yakni 42,79 persen. Sementara itu Inggris memiliki jumlah tertinggi kelima pria botak sebanyak 39,23 persen dari laki-lakinya yang kehilangan mahkota kemuliaan mereka.

Spanyol di atas Inggris. Sebanyak 42,6 persen laki-laki di sana kehilangan mahkotanya, alias mengalami kebotakan. Selanjutnya Jerman dengan total 41,2 persen, diikuti Perancis sebanyak 39,24 persen.

Setelah Inggris di urutan kelima di dunia, menyusul berikutnya adalah Amerika Serikat, Italia, Polandia, Belanda, Rusia dan Kanada. Demikian menurut laporan situs Quora.

Jadi, di Eropa kebotakan bisa dibilang sebagai benua yang paling umum kaum Adam mengalami kebotakan akibat rambut rontok.

Sebaliknya, China disebut sebagai negara yang paling sedikit laki-laki yang mengalami kebotakan. Begitu pula Jepang, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Taiwan dan Korea Selatan juga memiliki sedikit laki-laki yang kepalanya botak.

Kabar baiknya, menurut sebuah studi yang dipimpin oleh Albert E Mannes laki-laki botak secara keseluruhan adalah sosok yang lebih banyak sukses. Laki-laki botak juga disebut lebih dominan, maskulin, percaya diri serta sosok pemimpin.

Lebih lanjut, Mannes mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa orang-orang kulit putih cendrung lebih banyak mengalami kebotakan ketimbang laki-laki dari kawasan Asia, Amerika, India dan Afrika. Ia juga menuturkan bahwa kebotakan tersebut dipengaruhi oleh usia seseorang, terutama menginjak usia 30 hingga 70 tahun. (Sego)

Komentar