Anggota Komisi XI dari Fraksi Nasdem, Johnny G. Plate/Foto Deni/Nusantaranews
Anggota Komisi XI dari Fraksi Nasdem, Johnny G. Plate/Foto Deni/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Perdebatan dan perbincangan mengenai wacana pemindahan Ibukota Negara kian hari kian seru saja. Pasalnya, ada yang pro bahwa pemindahan tersebut adalah suatu keharusan, mengingat Jakarta sudah tidak lagi kondusif sebagai Ibukota.

Namun ada juga pihak yang kontra terkait wacana tersebut. Bagi yang kontra, pemindahan Ibukota bukanlah hal yang sepele dan sederhana untuk dilakukan. Wacana tersebut harus melalui serangkaian kajian yang mendalam dan matang, baik secara politik maupun secara kajian anggarannya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Johnny G. Plate, mengungkapkan bahwa dirinya berada pada posisi yang mendukung wacana Pemerintah tersebut. Politisi dari Partai Nasdem itu mengatakan, jika dipikirkan secara jangka panjang, wacana pemindahan Ibukota Negara merupakan hal yang rasional.

“Saya secara pribadi kalau dikalkulasi secara ekonomis dengan perspektif jangka panjang, maka rasional untuk kita pindahkan Ibukota,” ungkap Johnny saat ditemui di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Akan tetapi, Johnny menilai, setidaknya ada 3 catatan yang harus diperhatikan jika wacana pemindahan tersebut akan direalisasikan. Catatan Pertama, pemindahan Ibukota jangan sampai mengganggu jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kedua, harus terencana dengan baik agar dukungan pembiayaannya itu jangan sampai terputus di tengah jalan, akibatnya jadi proyek mangkrak dan ada banyak sekali (proyek mangkrak),” katanya.

Yang ketiga, lanjut Johnny, Pemerintah harus bisa memilih lokasi Ibukota yang baru dengan lokasi yang dapat memenuhi berbagai macam syarat yang akan diperlukan nantinya.

“Tentu syarat dari Komisi XI dari sisi anggaran belanja negara kita tentu minta syarat dengan biaya jangka panjangnya atau biaya operasi pemerintahannya yang relatif lebih efisien. Itu kalau memang pindah,” katanya. (MD)

Editor: Romandhon

Komentar