If you make it through the next two weeks, you should be safe until springtime Getty Images/iStockphoto via independent
If you make it through the next two weeks, you should be safe until springtime Getty Images/iStockphoto via independent

NUSANTARANEWS.CO – Pertanyaan adalah bagian terbesar dalam sebuah hubungan (relationship). Maukah kamu pergi bersamaku? Maukah kamu menikah denganku? Mengapa kamu berpikir saya marah? Itu merupakan contoh sederhana beberapa pertanyaan yang kerap diajukan pasangan dalam menjalin hubungan asmara.

Menurut psikoterapis Ken Page, seperti dikutip Independent, ada dua pertanyaan yang lebih penting yang harus diajukan pada diri sendiri.

“Interaksi mana dalam hubungan ini yang paling menginspirasi saya? Interaksi mana dalam hubungan ini yang paling menyakiti saya?,” kata Page.

Alasan untuk kedua pertanyaan ini, kata Page bahwa di mana kita merasakan terluka dan terinspirasi menunjukkan apa yang paling kita pedulikan. Dia menyarankan agar kita terbiasa dengan jawaban dari kedua pertanyaan tersebut.

“Kita semua ingin dicintai, didengarkan, dan divalidasi – itu adalah kebutuhan universal. Namun, bagian diri kita yang merasa paling rentan, di mana rasanya sangat mendesak agar kita dipahami dan dihargai, adalah bagian yang membutuhkan perhatian dan rasa hormat,” lanjutnya.

“Perhatikan tema yang muncul lagi dan lagi. Semakin anda memahami dan menghargai bagian-bagian berharga dari kekasih anda, semakin dia merasa dicintai dan dihargai oleh anda,” tambahnya.

Pewarta: E. Dieda
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar