Ekonomi

Industri Pendukung Sektor Migas Tidak Terpengaruh Perubahan skema bagi hasil

Ilustrasi Revisi UU Migas/Foto: Dok. indonesianindustry.com
Ilustrasi Revisi UU Migas/Foto: Dok. indonesianindustry.com

NUSANTARANEWS.CO – Ditengah situasi yang penuh tantangan, seperti anjloknya harga minya dunia, salah satu perusahaan pendukung kegiatan operasional migas mampu survive dan dilirik oleh sebuah perusahaan investasi hingga akhirnya mampu melipat gandakan omsetnya sampai 300 persen.

Direktur Utama Divestekno Anugerah Dianto Wahyudi, mengatakan bahwa, perusahaannya belum lama memasuki sektor migas sebagai penyedia system integration yang persaingannya ketat.

Baca : Harga Minyak Anjlok, Tidak Semua Industri Pendukung Migas Gulung Tikar

“Kami melihat tantangan ini merupakan suatu opportunity, ini bukan sebuah risk. Ini soal bagaimana kita dapat beradaptasi dan efisien,” kata Dianto kepada wartawan, Senin (2/1/2017).

Menurut dia, Divestekno Anugerah pun banting setir menjadi vendor pendukung produksi dan menyediakan berbagai spare part, supporting IT dan peralatan material safety. Bermodalkan reputasi bagus, kinerja dan networking, perusahaan ini dilirik oleh Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) sebuah perusahaan private equity milik Grup Investa dari Indonesia yang membenamkan investasinya diperusahaan tersebut.

“Pasca akuisisi inilah terjadi peningkatan omset yang signifikan hingga 300 persen,” tutur Dianto.

Dianto pun menyampaikan bahwa, pilihan Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) ternyata tidak meleset. Bermodalkan networking, reputasi bagus dan dukungan modal besar, Divestekno Anugerah mendapatkan kepercayaan menjadi exclusive distributor bahan pembersih tangki minyak diseluruh Indonesia.

“Tak hanya itu, mereka pun ditunjuk menjadi partner untuk wilayah Indonesia oleh Grainger, perusahaan pembuat safety tools khusus migas,” katanya.

“Kami merupakan partner Grainger yang memiliki dua juta item dan 5000 brand untuk safety tools bidang migas,” sambung Dianto.

Terkait perubahan rencana skema bagi hasil antara sistem gross split atau cost recovery yang tengah dipertimbangkan pemerintah, pihaknya mengaku siap mengikuti aturan yang ditetapkan Negara.

“Apa pun opsi yang diambil, kami sebagai industri jasa pendukung siap bergerak,” tutupnya. (sule/red-02)

Komentar

To Top