Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda Imbang Jaya/Foto Istimewa
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda Imbang Jaya/Foto Istimewa

NUSANTARANEW.CO, Jakarta – LPKementerian Perdagangan terus melakukan diplomasi dan promosi produk kelapa sawit berkelanjutan dan turunannya di Negeri Sakura, Jepang. Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan menyelenggarakan Seminar dan Business Matching ‘Industri Kelapa Sawit Indonesia: Peluang Bisnis untuk Jepang’, di Osaka, Kamis (13/7/2017).

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda, Pemerintah Indonesia terus berupaya mempromosikan dan memfasilitasi pertumbuhan sektor sawit karena menyangkut penghidupan para petani yang bekerja di atas lahan seluas 42% dari total lahan perkebunan sawit.

“Indonesia juga telah melaksanakan kewajiban skema sertifikasi berkelanjutan yang dikenal dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan bersifat wajib sejak tahun 2011. Sertifikasi tersebut menjamin semua pelaku usaha sawit di Indonesia, baik skala besar maupun kecil, memenuhi standar keberlanjutan yang tinggi,” ungkap Arlinda dalam keterangannya, Kamis (13/7/2017).

Arlinda juga menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen meningkatkan cara memproduksi kelapa sawit yang berkelanjutan yang menguntungkan secara ekonomi dengan memperhatikan aspek sosial dan ramah lingkungan.

“Indonesia siap memenuhi permintaan 100% minyak sawit berkelanjutan. Untuk itu, kami ingin menekankan bahwa sawit dan produk turunannya yang diimpor Jepang dari Indonesia adalah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tegas Arlinda di acara yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka itu.

Di hadapan lebih dari 120 pelaku usaha yang hadir, Arlinda menjelaskan dan meyakinkan bahwa pemanfaatan minyak sawit yang sesuai untuk pembuatan dan pengolahan produk makanan di Jepang dapat memberikan keuntungan bagi para penggunanya.

“Harga minyak sawit yang lebih murah dibandingkan minyak nabati lain dapat menjadi salah satu sumber bahan bakar terbarukan. Minyak sawit juga bermanfaat bagi kesehatan,” ungkapnya.

Jepang, lanjut Arlinda, memiliki kapasitas untuk mengembangkan industri hilir selain konsumsi kelapa sawit untuk minyak goreng, seperti produk komestik dan kecantikan, serta produk perawatan diri.

“Dengan semakin banyak industri hilir, maka akan semakin menguatkan posisi Jepang sebagai pemain utama dalam perdagangan global,” imbuhnya.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar