Connect
To Top

Indonesia Menuju Ekonomi Digital Tersebar di ASEAN Melalui E-smart IKM

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto/Foto: dok. Kementerian

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto/Foto: dok. Kementerian

NUSANTARANEWS.CO – Kementerian Perindustrian akan gulirkan program e-smart industri kecil dan menengah (IKM). Tujuannya untuk meningkatkan pengembangan kapasitas sektor yang mendominasi populasi industri di Indonesia tersebut.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa, program tersebut akan memanfaatkan platform digital melalui kerja sama dengan perusahaan startup di Indonesia. “E-smart IKM perlu dikembangkan agar kita dapat menjadi showcase produk sendiri, bukan hanya menjadi reseller produk negara lain,” tegas Airlangga melalui siaran persnya, Selasa sore (27/9).

Latar belakang pelaksanaan program e-smart IKM, dijelaskan oleh Menperin, diantaranya didasari untuk pengembangan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor IKM, serta perluasan akses pasar dan akses pendanaan. Sebab, tambahnya, program tersbeut memiliki desain infrastruktur digital dengan tulang punggung Palapa Ring, Satelit BRI, dan PLN.

“Artinya dibutuhkan fasilitas internet dan listrik. Selanjutnya diintegrasikan dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang kami miliki untuk jaminan produk, keamanan, dan Standar,” papar Airlangga.

Selanjutnya, lanjut Menterin, program itu akan mendukung layanan keuangan, logistik, dan pemasaran bagi pelaku IKM. Sembari Kemenperin juga akan memfasilitasi pelaku IKM untuk menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli. “Jadi, laman mereka akan dijadikan kawasan virtual bagi produk IKM nasional,” tuturnya.

Menperin menjelaskan pula, untuk sasaran sektor IKM yang dikembangkan melalui program e-smart, antara lain IKM kosmetika, logam, kerajinan, fashion, makanan dan minuman, perhiasan, produk kulit, furniture, herbal, komponen, tekstil, permesinan, semen, pupuk, serta elektronika.

“Pengembangan prototipe e-smart IKM dalam waktu dekat, yakni sektor IKM perhiasan, furniture kayu dan rotan, ukiran kayu, batik, produk kulit, serta kerajinan anyaman,” sebutnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, program ini sekaligus untuk menciptakan sebanyak 20.000 pelaku IKM baru sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.

“Target lainnya, wirausaha menengah baru sebanyak 4.500 orang serta rasio persebaran sektor IKM Jawa dan luar Jawa, yakni 60,34:39,66,” ujarnya.

Bahkan, Presiden Joko Widodo meyakini, terangnya lagi, Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangkan ekonomi digital. “Presiden telah menegaskan, potensi pasar ekonomi digital kita cukup besar karena memiliki jumlah penduduk 250 juta dan 93,4 juta diantaranya adalah pengguna internet,” ujar Ailrangga.

Karena itulah Presiden Jokowi optimistis Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. (Sulaiman)

Komentar