Berita Utama

Indonesia di Tengah Krisis Pangan Dunia, Ini Ekspektasi Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo/Foto Andika/NUSANTARAnews
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo/Foto Andika/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, terdapat kurang lebih 41 ribu anak meninggal dunia setiap harinya. Disamping itu, katanya, sekitar 15 juta anak meninggal dunia akibat kelaparan, kemiskinan dan gizi buruk dalam setahun.

“Hal ini menunjukkan bahwa saat ini kondisi dunia sangat kritis terhadap ketersediaan pangan,” kata Panglima TNI saat Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2017, yang mengangkat tema Bangun Lahan Tidur Untuk Meningkatkan Ekspor Dengan Pembangunan Infrastruktur Pertanian, di Jakarta, Kamis.

Sejalan dengan hal itu, Panglima TNI menyebutkan, ledakan jumlah penduduk yang meningkat tajam, dan pada tahun 2017 diprediksi jumlah penduduk dunia akan mencapai angka delapan miliar.

Bandingkan dengan pendapat para peniliti yang mengatakan bahwa populasi ideal penduduk dunia sekitar 3-4 miliar untuk dapat hidup dengan layak, namun realitasnya saat ini jumlah penduduk dunia sudah overload.

“Bila populasi penduduk tersebut tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan pangan, maka akan memicu krisis dan inilah ancaman yang akan dihadapi penduduk dunia. Ancaman krisis pangan dan energi mampu memicu berbagai potensi konflik baru antar negara di masa mendatang,” jelas Panlima Gatot.

Jumlah penduduk dunia, terang Gatot, saat mengalami krisis energi pada 2043 mencapai sekitar 12,3 miliar jiwa, yang berarti hampir empat kali lipat populasi ideal penduduk Jumi, dimana 9,8 miliar berada diluar ekuator dan hanya 2,5 miliar penduduk yang tinggal di garis ekuator.

“Ke depan konflik di dunia akan mengalami perubahan, hal tersebut dipicu oleh energi fosil akan habis pada 2043 dan hanya bisa digantikan dengan energi alternatif (energi hayati) yang bisa hidup sepanjang tahun dan hal itu hanya ada di wilayah ekuator yaitu Amerika Latin, Afrika Tengah dan Asia Tenggara, termasuk di dalamnya Indonesia,” jelasnya.

Karena itu, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, sebagai negara agraris, pemerintah Indonesia memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045, sehingga harus segera menciptakan swasembada pangan, demi ketahanan nasional.

“Bangsa Indonesia diuntungkan sebagai negara agraris yang berada di garis ekuator, karena memiliki potensi melimpah dan didukung dengan kondisi geografis baik di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan lainnya,” tegas Gatot. (sel/red-02)

Komentar

To Top