Menteri Puan di Guiyang, Tiongkok/Foto via JPNN

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menginginkan kerjasama Indonesia-China di segala bidang dan sektor kehidupan guna meneguhkan hubungan bilateral kedua negara agar lebih kokoh. Kata dia, hubungan tersebut untuk membawa semangat baru kedua negara untuk membangun dunia yang berkeadilan dan sejahtera bagi umat manusia.

Hal itu disampaikan Puan dalam pidatonya pada Pertemuan Tingkat Tinggi Kedua bidang Hubungan Antar-Masyarakat (High Level Meeting People-to-People Exchange Mechanism), di Guiyang, Tiongkok, Senin malam (1/8). “Perkuatan hubungan antar-masyarakat RI-RRT membawa semangat baru kedua negara untuk membangun dunia yang berkeadilan dan sejahtera bagi umat manusia,” kata Puan seperti dikutip Antara. Ini merupakan pertemuan kedua yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2015 lalu.

Menteri Puan melaporkan, hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya berkembang sangat pesat. Ia mengungkapkan dalam kurun waktu enam tahun terakhir, sebanyak 60 kesepakatan kerjasama Indonesia-China ditandatangani. Tidak kurang dari 20 di antaranya merupakan kerja sama dalam kerangka hubungan antar-masyarakat (people-to-people exchange).

“Saya yakin bahwa pertemuan kedua ini merupakan sarana yang tepat untuk melanjutkan upaya bersama dalam mengawal kemajuan yang telah dicapai, sekaligus menggali potensi kerja sama di bidang hubungan antar-masyarakat (people-to-people exchange) dan sosial budaya. Khusus di bawah koordinasi Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, saya sependapat perlunya memperkuat kerja sama bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, industri kreatif (media), kesehatan, pariwisata, kepemudaan, dan olah raga. Saya yakin bidang-bidang kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua negara”, paparnya.

Tak hanya itu, Menteri Puan juga menginginkan kerjasama Indonesia-China melakukan penandatanganan sejumlah dokumen perjanjian bilateral di bidang pendidikan, kebudayaan, sains dan teknologi serta kehutanan. Dilaporkan, khusus mengenai perjanjian di bidang kehutanan, utamanya terkait dengan upaya mendatangkan giant panda ke Indonesia. Dokumen-dokumen perjanjian dimaksud adalah letter of intent (LoI) antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kementerian Kebudayaan China mengenai pembentukan pusat kebudayaan secara timbal balik atau resiprokal. Selanjutnya, perjanjian antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Administrasi Kekayaan Budaya China di bidang promosi dan pelestarian kekayaan budaya. (eriec d/an/red)

Komentar