Ekonomi

Indeks Kepercayaan Indonesia Meningkat, BKPM: Semoga Karena Bicara Blak-blakan

CEO Edelman Raymond Siva/Ilustrasi NUSANTARAnews /publicaffairsasia.com
CEO Edelman Raymond Siva/Ilustrasi NUSANTARAnews /publicaffairsasia.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Lembaga riset Edelman Intelligence menyampaikan, hasil risetnya bahwa ditengah krisis kepercayaan di global, Indonesia mengalami kenaikan tingkat kepercayaan dibandingkan tahun lalu. Adapun kenaikan itu 13 poin pada pemerintah, 6 poin pada bisnis, 4 poin pada media, 7 poin pada organisasi non pemerintah (non governmental organization/NGO).

Hasil riset Edelman Trust Barometer Indonesia ke-9 ini menunjukkan kenaikan di keseluruhan indeks kepercayaan yang menjadi 69 poin dari 62 pada tahun lalu antara lain pada empat institusi seperti pemerintah, bisnis, media dan NGO.

Menurut CEO Edelman Raymond Siva, ketika tingkat kepercayaan menurun di 21 dari 28 negara yang disurvei, Indonesia adalah salah satu negara yang justru menguat dengan Indeks Kepercayaan tinggi.

“Hasil studi untuk Indonesia tahun ini menunjukkan bahwa model yang diterapkan oleh pemerintah untuk menutup kesenjangan antar kelompok elit dan masyarakat umum, serta memberikan peluang pendapatan yang merata dan infrastruktur sosial telah diterima dengan baik,” ujar Siva di gedung Energy Bulding, kawasan SCBD, Jalarta, Rabu, (8/2/2017).

Siva mengatakan, indeks kepercayaan Indonesia tetap kuat dengan naiknya tingkat kepercayaan tertinggi pada pemerintah sebanyak 13 poin menjadi 71 persen. Reformasi ekonomi secara struktural dan fokus pada kesejahteraan masyarakat telah menjadikan Indonesia sebagai trusters, yaitu dengan indeks kepercayaan di atas 60 poin.

Lebih lanjut, dari keempat institusi, bisnis dipandang sebagai institusi yang dapat melakukan perubahan. Siva mengatakan, 3 dari 4 responden setuju bahwa perusahaan seharusnya mengambil tindakan untuk meningkatkan laba sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar tempat perusahaan beroperasi.

Meskipun bisnis sebagai institusi secara kontinyu meraih kepercayaan hingga 76 persen, namun kredibilitas CEO turun enam poin menjadi 51 persen, yang mengikuti penurunan global di 28 negara yang disurvei.

“Jelas ini waktunya bagi para CEO untuk turun ke lapangan, berinteraksi langsung dan transparan dengan karyawan, pelanggan dan masyarakat,” kata Siva

Menurutnya, hal ini tidak bisa dihindari karena meningkatnya tingkat kepercayaan pada karyawan sebagai juru bicara untuk berbagai topik terkait perusahaan lebih dipercaya, dibandingkan dengan juru bicara narahubung perusahan.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong  mengatakan, bahwa kepercayaan adalah satu faktor penting untuk iklim investasi itu adalah sentimen bisnis.

“Sentimen itu kan sering kita bilang kepercayan, percaya berarti kebenaran. Ini kenapa indeks kepercayaan sesusai Edelman naik, semoga karena soal bicara blak-blakan, kita bicara apa adanya. Kita mengakui segala masalah, segala kendala, kekurangan,” ujar Lembong.

Menurut dia, dengan adanya pembicaraan yang blak-blakan, bisa membuat publik jadi percaya. “Tingkat kepercayaan naik, sentimen bisnis juga naik. Trust itu suatu komponen yang sangat kritis di balik sentimen bisnis dan investasi,” kata Lembong.

Reporter: Richard Andika

Komentar

To Top