Ketua IKSAB TBS Nor Said MA. M.Ag. menyematkan tanda pengenal sebagai relawan Pasti TBS. Foto Dok. Pribadi
Ketua IKSAB TBS Nor Said MA. M.Ag. menyematkan tanda pengenal sebagai relawan Pasti TBS. Foto Dok. Pribadi

NUSANTARANEWS.CO – Pengurus Ikatan Siswa Abiturien (IKSAB) Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus menggelar sensus alumni sensus alumni yang diberi nama Pendataan Santri (Pasti) TBS. Pengurus IKSAB TBS Arif Musta’in, menjelaskan bahwa sensus alumni bertujuan untuk memperoleh data terbaru mengenai jumlah dan potensi santri (alumni), baik yang menempuh pendidikan sampai lulus maupun tidak.

”Dari data yang terkumpul ini, nantinya akan diolah dan diklasifikasikan menurut jenjang pendidikan hingga profesi yang digelutinya saat ini. Pada giliran selanjutnya, ini sekaligus sebagai acuan pengurus IKSAB TBS untuk membuat dan melaksanakan program-programnya,” ujarnya, Kamis (5/1/2017).

Menurutnya, sebuah program tanpa didukung data akan sulit berjalan secara maksimal. ”Tetap bisa berjalan, namun tentu tidak akan bisa semaksimal jika sebuah organisasi itu, program kerjanya didukung dengan data yang valid,” terangnya.

Untuk memaksimalkan proses sensus alumni ini, pihak pengurus IKSAB TBS Kudus pun melakukan sosialisasi ke semua wilayah di Kabupaten Kudus, melalui tim yang telah dibentuknya.

”Selanjutnya, untuk melatih petugas sensus, IKSAB menghadirkan ahli statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, yaitu M. Afif Nailal Muna SE. Sensus sendiri dilaksanakan oleh relawan (alumni) pada 1 – 31 Januari 2017,” imbuhnya.

Sensus alumni ini juga mendapat respon positif dari para kiai. Saat launching program hadir pula KH. Choriozyad TA, KH. M. Ulil Albab Arwani, KH. M. Arifin Fanani dan KH. Musthafa Imron. (Red-01)

Komentar