NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua telah usai digelar. Hasil hitungan cepat atau quick count dari berbagai lembaga riset pun telah menunjukkan bahwa Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menang. Kini ibukota bersiap menyambut pemimpin baru, yang diharapkan dapat mengubah Jakarta menjadi lebih baik.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, menyampaikan walejangannya kepada rakyat untuk senantiasa menjaga kedamaian, meski berbeda pilihan.

“Sangat relevan saat ini keluarga besar bangsa mengamalkan Kearifan Jawa; “Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake” (berjuang tanpa banyaknya teman, menang tanpa merendahkan atau mempermalukan),” ujar Din dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/4/2017).

Din mengatakan agama Islam telag mengajarkan etika untuk menghadapi kemenangan. Bertasbih merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Bertasbihlah dengan senantiasa memuji Tuhanmu, dan mohon ampunlah kepadaNya. Sesungguhnya Dia Penerima taubat, Subhanallah, Walhamdulillah, Astaghfirullah, Wa’atubu Ilaihi,” ucap Din.

Menurutnya, beda pilihan, bukan berarti masyarakat harus terpecah belah. Din mengingatkan masyarakat untuk tak merusak tali persaudaraan hanya karena memiliki perbedaan politik.

“Maka jagalah diri, jangan melampaui batas, peliharalah persatuan, hindari perpecahan. Perbedaan pilihan politik tidak seharusnya merusak persaudaraan kebangsaan kita,” kata Din.

“Terlalu mahal harga yang harus kita bayar jika bangsa tercinta terpecah belah,” tutur dia.

Pewarta: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar