ICT Development Index Indonesia Masih Tercecer di Urutan 115 dari 175 Negara

0
Faisal Basri, Pengamat Ekonomi/Foto Andika
Faisal Basri, Pengamat Ekonomi/Foto Andika

NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah berambisi memajukan e-commerce Indonesia. Sejauh ini Menkominfo Rudiantara mengatakan pihaknya kini tengah mengkaji road map e-commerce guna mengembangkan bisnis digital yang sudah menembus sendi-sendi infrastruktur fisik.

Menkominfo menyebutkan pokok masalah yang menghambat perkembangan e-commerce di Indonesia antara lain, pendidikan dan Sumber Daya Manusia, pendanaan, perpajakan, cyber security, infrastruktur, logistik, dan pedoman strategis.

Dari masalah-masalah tersebut maka Kemenkominfo membuat sebuah peta solusi.  Setidaknya terdapat 30 kebijakan pemerintah untuk menunjang e-commerce. Pemerintah menargetkan e-commerce bisa memperoleh 310 miliar dollar sampai pertengahan 2018, kata Rudiantara.

Menyikapi rencana dan upaya pemerintah tersebut, ekonom kawakan Faisal Basri mengatakan bahwa prasyarat pengembangan e-commerce adalah penguatan infrastruktur. Sebab, ICT Development Index Indonesia masih tercecer di urutan 115 dari 175 negara, serta terendah di ASEAN.

“Bagaimana mungkin e-commerce akan maju kalau ICT Development Index kita tercecer di urutan ke-115 dari 175 negara dengan skor hanya 3,86 (tertinggi di dunia adalah Korea Selatan dengan skor 8,84). Di antara ASEAN-6, kita yang terendah. Indonesia di urutan terendah dari 11 negara yang disurvei oleh The Economist Intelligence Unit untuk The Asian Digital Transformation Index. Skor Indonesia hanya 16,0 (tertinggi Singapura dengan skor 75,6), jauh dari skor rerata sebesar 45,8,” kata Faisal Basri dikutip dari lamannya, Senin (9/1/2017).

Menurutnya, keberhasilan e-commerce juga membutuhkan prasyarat pembenahan sektor produksi terlebih dahulu dan pengorganisasian UMKM.

“Pemerintah hendak memajukan e-commerce. Tak kepalang, pendiri Alibaba, Jack Ma, diangkat sebagai penasehat Presiden. Bukankah keberhasilan e-commerce membutuhkan prasyarat pembenahan sektor produksi terlebih dahulu dan pengorganisasian petani dan usaha kecil dan menengah? Tanpa itu, yang diuntungkan adalah pedagang perantara atau pengumpul. Prasyarat yang tidak kalah penting adalah penguatan infrastruktur,” terang Faisal. (Sego/Er)

Komentar