Ibu Hamil/Foto via dewitasari.com
Ibu Hamil/Foto via dewitasari.com

NUSANTARANEWS.CO – Peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Kyoto Jepang, Maki Shinzawa mengatakan wanita yang merokok semasa hamil berpotensi akan memiliki anak dengan kerusakan ginjal ketimbang wanita yang menghindari rokok. Menurutnya, merokok selama hamil memang telah lama dikaitkan dengan prematur serta bayi dengan berat badan bermasalah dan cacat lahir.

Penelitian Shinzawa ini ini menemukan bukti baru bahwa ginjal adalah salah satu organ yang memiliki risiko kerusakan akibat merokok.

“Rokok mengandung nikotin dan zat-zat berbahaya atau berpotensi berbahaya lainnya, seperti oksida nitrogen, polikarbonat, dan karbon monoksida, beberapa di antaranya melintasi plasenta. Beberapa zat trans-plasenta dapat mempengaruhi pemrograman janin ginjal selama kehamilan,” kata Shinzawa seperti dilansir FoxNews, Senin (2/1/2017).

Shinzawa dan rekanan meneliti data dari tes urine dari 44.595 anak-anak untuk mencari peningkatan kadar protein dalam urin, yang dapat mengindikasikan kerusakan fungsi ginjal. Hasilnya, risiko kerusakan ginjal anak-anak yang lahir dari ibunya yang merokok pada masa kehamilan sebesar 24 persen.

Selain itu, Shinzawa mengungkapkan bahwa anak-anak yang terpapar asap rokok di rumah juga ternyata memiliki risiko kerusakan ginjal. Meski begitu, penelitian yang dipublikasikan di Journal Clinic of American Society of Nephorology ini diakui terdapat kelemahannya, terutama soal seberapa banyak dan sering rokok itu dikonsumsi selama masa kehamilan. Demikian pula soal anak-anak yang terpapar asap rokok masih perlu pembuktian lagi melalui tes laboratorium.

Meski demikian, temuan ini setidaknya menambah bukti yang mengaitkan ihwal merokok dengan kerusakan ginjal. Sebab, beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan ada dampak negatifnya anak-anak yang menghirup asap rokok.

“Ibu merokok telah diamati dapat menyebabkan berkurangnya ukuran ginjal pada anak, dan cedera ginjal pada orang dewasa,” Direktur Institute of Medical Sciences di University of Aberdeen di Inggris, Paul Fowler.

“Studi ini menyoroti satu lagi alasan mengapa wanita seharusnya tidak merokok selama kehamilan dan mengapa anak-anak harus dibesarkan di rumah tangga yang bebas dari rokok,” tambah Fowler. (ER)

Komentar