Hubungan-Jangka-Panjang

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang menawarkan seks yang lebih baik daripada hubungan sesaat.

Pada tahun 2014 Pew Research Center melaporkan bahwa 27 persen pasangan yang disurvei mengatakan bahwa internet memiliki dampak pada hubungan mereka. Sejak itu, internet telah menjadi sangat tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tertanam dalam budaya dan hubungan kita.

Munculnya internet telah mempercepat siklus hubungan dan akhirnya mempengaruhi kencan dan bentuk perilaku intim lainnya. Penelitian baru, yang dibagikan di Salon eksklusif, menunjukkan tren Amerika dan Eropa saat ini dalam perkembangan hubungan intim.

Dilansir Alternet, sebuah tim peneliti di DrEd.com mensurvei 2.000 peserta untuk menentukan kecenderungan dan preferensi seksual kontemporer. Survei tersebut memeriksa kriteria dari lama pasangan yang menunggu untuk melakukan hubungan seks dan frekuensi seks berdasarkan panjang hubungan dengan kepuasan seksual dan pasangan mana yang lebih cenderung membuat klimaks kekasihnya.

Survei tersebut menemukan bahwa 64 persen pria yang disurvei mengatakan bahwa mereka mencapai klimaks dalam sebuah hubungan satu malam (hubungan sesaat, red). Sementara hanya 11 persen wanita yang melaporkan hal yang sama. Wanita dikatakan akan mencapai klimaks lebih konsisten dengan pasangan jangka panjang. Sementara pria mengaku akan stabil jika berhubungan seks dengan pasangan jangka panjang.

Banyak faktor berkontribusi terhadap kepuasan seksual. Salah satu faktor yang dicatat dalam survei tersebut adalah pencahayaan. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa lampu terang dapat meningkatkan kenikmatan pria, responden survei tunggal terdiri dari satu-satunya kelompok yang memilih berhubungan seks dengan lampu menyala.

Faktor lain yang sangat mempengaruhi perilaku tidur adalah alkohol. Survei tersebut menemukan bahwa 48 persen pria dalam hubungan baru lebih memilih seks tanpa sadar. Seiring berjalannya waktu, pasangan cenderung tidak membutuhkan alkohol untuk menurunkan hambatan seksual mereka kecuali pada kasus wanita yang telah menikah selama 11 tahun atau lebih.

Survei tersebut menemukan bahwa kepuasan seksual berkurang bagi wanita selama tahun pertama dalam hubungan baru. Di antara responden wanita, 47 persen yang berada dalam enam bulan pertama sebuah hubungan baru melaporkan bahwa mereka tidak puas secara seksual. Tapi ada kabar baik, kepuasan seksual wanita dalam hubungan jangka panjang setinggi 56 persen.

Kelonggaran kepuasan seksual sering menjadi faktor pendukung perselingkuhan. Survei tersebut menemukan bahwa pasangan lebih cenderung menipu saat hubungan berlangsung, baik saat hasrat seksual tinggi maupun sedang mengalami penurunan. Pria terlihat lebih sering menipu daripada wanita pada titik awal dalam suatu hubungan. Tetapi bagi mereka yang memiliki hubungan jangka panjang, persentase responden wanita yang lebih tinggi melaporkan kecurangan daripada peserta survei laki-laki. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar