Ekonomi

Hubungan Bilateral Buruk, Cina Ajak Amerika Serikat Berdialog dan Berdamai

Chinese Foreign Ministry spokeswoman Hua Chunying/Foto: Press TV
Chinese Foreign Ministry spokeswoman Hua Chunying/Foto: Press TV

NUSANTARANEWS.CO – Alasan Cina khawatir terjadinya perseteruan dengan Amerika Serikat bisa dikatakan masuk akal. Pasalnya, jika perselisihan kedua negara tak kunjung padam niscaya akan berdampak buruk bagi negara Tirai Bambu untuk memuluskan ambisinya menjadi lokomotif perekonomian dan perdagangan global. Bisa jadi rumusan dari tatanan dunia baru yang telah disusun Cina akan mengalami hambatan berarti mengingat pengaruh AS masih sangat kental dalam konstelasi perpolitikan global.

Untuk itu, dalam sebuah konferensi pers di Beijing seperti dilaporkan Xinhua, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying mengatakan pemerintah Cina berharap kerjasama dan hubungan bilateral dengan pemerintahan AS yang baru akan terus diperkuat.

Menurut Hua, Cina menganggap hubungan bilateral dengan AS merupakan salah satu agenda terpenting di dunia. Sehingga, Cina sangat berkepentingan untuk terus mendorong hubungan bilateral tersebut mengarah ke hal-hal positif, mengikuti prinsip-prinsip non-konflik, non-konfrontasi, saling menghormati dan kerjasama yang win win solution.

Sebab, di era Barack Obama, kata Hua prestasi menunjukkan bahwa kepentingan bersama antara kedua negara jauh melampaui perbedaan mereka, dan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara serta dunia.

“Kedua belah pihak harus mencoba untuk menjadi teman dan mitra, bukan lawan atau musuh,” kata Hua.

Dia juga mengatakan bahwa kedua negara harus selalu mengelola isu-isu sensitif dan perbedaan dengan cara yang konstruktif dan menghindari kesalahpahaman.

“Sangat penting untuk menempatkan diri pada posisi yang lain, menghormati kepentingan inti satu sama lain dan keprihatinan utama, dan menghindari kesalahpahaman melalui komunikasi mendalam dan dialog atas dasar kesetaraan dan saling menghormati,” katanya. (Sego/ER)

Komentar

To Top