Pelatihan menganyam dan membuat kreasi bunga dari kantong plastik untuk kaum ibu-ibu oleh Mahasiswa KKN Unsyiah. Foto Najmi/ NUSANTARANEWS.CO
Pelatihan menganyam dan membuat kreasi bunga dari kantong plastik untuk kaum ibu-ibu oleh Mahasiswa KKN Unsyiah. Foto Najmi/ NUSANTARANEWS.CO

NUSANTARANEWS.CO, Takengon – Daya hidup dan kreatifitas manusia merupakan salah syarat utama untuk ikut andil di dalam kehidupan bermasyarakat. Daya hidup dan kreatifitas ini baik dilatih dan dipersiapkan sejak masa pendidikan, khususnya di jejang pendidikan S1. Dimana, mahasiswa memang memiliki kewajiban yang termaktud dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Daya hidup dan Kreatifitas akan menjadi penting dan akan menemukan manfaatnya apabila diaktualisasikan, baik untuk diri sendiri, apalagi jika dibagi kepada orang lain.

Sebagai contoh nyata, seperti yang dilakukan oleh para mahasis Unsyiah yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unsyiah  Sintep, Aceh Tengah. Dengan segenap kemampuan kretifnya, mereka melakukan pelatihan menganyam dan membuat kreasi bunga dari kantong plastik untuk kaum ibu-ibu di sana.

Menurut penuturan Ketua Panitia pelatihan, Dewi Pratiwi, kegiatan semacam itu direspon dengan antusiasme para ibu-ibu yang mengikutinya. “Hal ini terbukti dengan keseriusan mereka dalam mengikuti kegiatan menganyam dan kreasi bunga tersebut. Bahkan mereka mempunyai nyanyian khas saat menganyam,” tutur Dewi kepada kontributor Nusantaranews.co, Selasa, 8 Agustus 2017.

Pelatihan menganyam ini, terang Dewi, bertujuan untuk menghidupkan kembali kreativitas masyarakat Gayo yang sebenarnya mempunyai keahlian di bidang menganyam tersebut.

“Namun karena tidak terkesan modern, kegiatan menganyam ini sudah banyak yang meninggalkannya,” ungkapnya.

Salah seorang Ibu yang mengikuti kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan kerajinan tangan seperti ini sangat baik untuk dilaksanakan, karena selain untuk mengasah kreativitas masyarakat, kegiatan ini juga sebagai ajang forum silaturahim antar ibu-ibu yang lebih sering menghabiskan waktunya di kebun. Karena memang mayoritas masyarakat tersebut berkebun.

Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga berakhir menjelang ashar dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Baca: Cara Membuat Pupuk Biorine dan Membudidayakan Jagung Manis ala Mahasiswa KKN Unsyiah

Harapannya dengan diadakannya program-program keterampilan seperti ini dapat merekatkan hubungan kekeluargaan ibu-ibu Gampong Sintep dengan Mahasiswa KKN di Desa Sintep dan kedepannya kekeluargaan ini akan terus berlanjut. (Najmi/Sule)

Editor: Ach. Sulaiman

Komentar