Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo/Foto: via Aktual.com
Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo/Foto: via Aktual.com
Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo/Foto: via Aktual.com
Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo/Foto: via Aktual.com

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo, menyarankan kepada PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Tbk agar lebih baik merevitalisasi anak usahanya yang bergerak di energi Geothermal yakni PT PLN-G, ketimbang mengakuisisi anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain, dalam hal ini PT PGE (Persero) Tbk.

Pasalnya, menurut Harry, kinerja PT PLN-G hingga saat ini pun tidak ada yang bisa dibanggakan. “Sampai saat ini juga tidak ada kinerjanya yang bisa dibanggakan. Kenapa PLN tidak merevitalisasi atau me-utilized anak perusahaan yang sudah ada? Kenapa harus mengakuisisi PGE?,” ungkapnya di sela-sela rapat dengan PLN di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (13/10).

Politisi dari Partai Gerindra itu pun menegaskan bahwa hal ini adalah salah satu contoh tidak adanya sinergi yang optimal antara BUMN energi yang ada, dalam hal ini PLN dan Pertamina. Sehingga, PLN merasa perlu untuk mengakuisisi anak usaha Pertamina, yaitu PGE.

“Padahal menurut pandangan saya hal-hal seperti ini tidak perlu, kecuali kalau PGE itu perusahaan milik orang lain (swasta), ini kan sama-sama perusahaan pemerintah. Harusnya bisa diselesaikan kendala-kendala seperti ini dalam bentuk kerja sama, tidak perlu harus saling mengakuisisi antar BUMN,” ujar Harry.

Di samping itu, Harry menuturkan, dirinya tidak melihat alasan yang pas pada proses rencana akusisi yang akan dilakukan oleh PLN terhadap PGE.

Ia juga berharap agar hal ini dapat dikaji lebih dalam lagi oleh para pemangku kebijakan yang ada, baik dari Pemerintah maupun para pemegang saham dari BUMN.

“Hal-hal seperti agar dikaji lebih mendalam lagi, jangan hanya jadi keputusan yang sesaat. Karena ke depan hal-hal seperti ini malah akan membawa inefisiensi,” katanya. (Deni)

Komentar