Ekonomi

Hari Tani Nasional, Forum BEM DIY: Wujudkan Petani Berdikari dan Sejahtera

Akhi Damai Forum BEM DIY di Hari Tani Nasional, 24 September 2016/Foto nusantaraenws
Akhi Damai Forum BEM DIY di Hari Tani Nasional, 24 September 2016/Foto nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Bulan September merupakan bulan bersejarah bagi gerakan perlawanan kaum tani di Indonesia. Pasalnya, pada tahun 1958 silam, pemerintahan Soekarno menetapkan tanggal 24 September sebagai peringatan Hari Tani Nasional.

“Pilihan bulan dan tanggal itu disesuaikan dengan momentum lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960, sebuah Undang-undang yang mengusung semangat tanah untuk rakyat,” kata Koordinator Umum Forum BEM DIY/FBD, Fatah dalam keterangan tertulis yang diterima nusantaranews.co, Sabtu (24/9).

Tepat di Hari Tani Nasional, 24 September Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) DIY turun jalan dalam bentuk aksi damai, demi menyuarakan hak-hak petani yang sampai saat ini belum sepenuhnya terpenuhi. Aksi ini didorong oleh kenyataan bahwa, UUPA tinggal teks belaka dengan sikap pemerintah hari ini tentang kesejahteraan petani.

“Dimana undang-undang yang mengusung semangat tanah untuk rakyat itu berada, atau malah berganti menjadi semangat untuk membohongi petani. UUPA seakan hilang ditelan oknum-oknum penguasa untuk kepentingan perutnya sendiri. Mereka tahu namun tidak peduli,” terang Fatah.

Sampai hari ini, lanjut dia, petani di tanah air belum merasakan kesejahteraan dari hasil jerih payah mereka sendiri. Padahal petani merupakan pahlawan ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan penguasa.

“Bahkan dari hasil survei tim delegasi FBD setelah diskusi dengan beberapa ketua kelompok tani menyebutkan, bahwa petani kerap kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah setempat, namun seperti masuk kuping kanan keluar kuping kiri,” ungkap Fatah.

Aksi Damai ini bertajuk “Matinya kemerdekaan petani: Forum BEM DIY menggugat kedaulatan pangan untuk kesejahteraan petani”. (Al/Sel)

Komentar

To Top