Ilustrasi/Foto istimewa
Ilustrasi/Foto istimewa
Ilustrasi/Foto istimewa
Ilustrasi/Foto istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Harga minyak dunia jatuh 4% pada penutupan Jumat malam waktu AS atau Sabtu (24/9) pagi waktu Indonesia.

“Ini terjadi karena Arab Saudi dan saingannya, Iran, hanya membuat sedikit kemajuan dalam mencapai kesepakatan awal menjelang pembicaraan dengan eksportir minyak mentah utama minggu depan, yang bertujuan untuk membekukan produksi,” demikian yang di ungkapkan Reuters.

Harga minyak juga terbebani sentimen data AS yang menunjukkan bahwa negara itu berada di jalur untuk menambah jumlah rig minyak paling banyak pada kuartal tiga, sejak harga minyak mentah merosot dua tahun lalu.

“Harga ekuitas yang lebih rendah di Wall Street dan pasar saham dunia lainnya adalah faktor bearish,” imbuh media massa internasional tersebut.

Minyak mentah Brent berjangka turun US$1,76 atau 3,7% ke US$45,89 per barel, namun naik 0,3% pada pekan ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka jatuh US$1,84 atau 4% dan berada di US$44,48 per barel. Minggu ini, WTI naik 3%.

Minyak mentah berjangka merosot setelah sumber mengatakan, Arab Saudi tidak mengharapkan adanya kesepakatan dalam pertemuan OPEC dengan negara produsen minyak lainnya di Alzajair pada 26-28 September mendatang.

“Pertemuan Aljazair bukan untuk pengambilan keputusan, hanya konsultasi,” ujar salah narasumber yang akrab dengan pejabat minyak Arab dari Reuters. (Andika)

Komentar