Ekonomi

Hacksprint Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Hacksprint Gerakan Nasional 1000 Startup Digital/Foto: dok. kominfo
Hacksprint Gerakan Nasional 1000 Startup Digital/Foto: dok. kominfo

NUSANTARANEWS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong perkembangan industri digital di Indonesia dengan menargetkan nilai e-commerce pada tahun 2020 untuk tercapai hingga Rp130 miliar. Salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan nilai e-commerce yaitu melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

“Gerakan Nasional 1000 Startup Digital merupakan sebuah program yang bertujuan melahirkan 1.000 startup digital berkualitas di Indonesia. Gerakan tersebut merupakan langkah awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia yang akan mentransformasi Indonesia menjadi pemimpin di era teknologi informasi dengan anak muda sebagai motor penggeraknya,” terang Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Jakarta, Sabtu (8/10).

Rudiantara menerangkan bahwa, untuk melahirkan 1.000 startup digital, strategi yang dijalankan adalah mentoring dan pembinaan intensif melalui tahapan-tahapan sistematis di 10 kota pertama yang memiliki infrastruktur serta fondasi digital yang kuat yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Pontianak, dan Makassar.

“Untuk tahapan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ada lima tahapan sistematis yaitu Ignition, Workshop, Hackathon, Bootcamp dan Inkubasi. Saat ini tahapan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sudah memasuki Hackhathon,” kata Rudiantara.

Adapun perserta yang masuk ke dalam tahap Hackathon adalah mereka yang lolos seleksi dari tahap Workshop. Rudiantara pun sangat mengapresiasi dan bangga dengan mereka yang menjadi bagian dari 1000 Startup Digital.

“Saya bangga dan bahagia semakin banyak anak-anak muda Indonesia menggeluti acara seperti ini. Terutama bagi dunia digital pada umumnya, khususnya kegiatan 1000 Startup Digital ini. Kita sudah  memasuki Tahap Hackathon dan sekarang mengggunakan Hacksprint,” tutur Rudiantara.

Acara Hackathon bertujuan mencari ide terbaik untuk melakukan pitching di hadapan juri. Tahapan Hackhathon dalam Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini disebut Hacksprint. Hacksprint dikemas lebih terstruktur dan terarah dengan menggunakan metode design sprint.

Dalam kegiatan hacksprint ini, peserta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital harus membuat sekitar 40 sampai 50 tim yang masing-masing terdiri dari tiga orang: Hustler (marketing), Hacker (developer), dan Hipster (design grafis), yang membuat prototype product startup mereka. Mereka kemudian akan melakukan pitching di hadapan juri dan akan dicari tiga ide terbaik untuk mendapatkan reward dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Rudiantara sendiri mengapresiasi Hacksprint sebagai metode baru yang digunakan dan menyarankan agar segera didaftarkan pada Ditjen HAKI Kemenkum HAM supaya tidak diambil atau diakui oleh pihak-pihak lain. Harapannya akan banyak lahir anak muda yang memiliki dan menjalankan startup digital.

“Tidak bisa tidak, negara bisa  maju apabila cepat mengadopsi perkembangan atau dinamika akibat digitalisasi ini. Dan biasanya orang-orang muda yang lebih tanggap terhadap digitalisasi ini. (Kegiatan) ini akan memasuki fase selanjutnya antara lain inkubasi dan akselarasi yang pada akhirnya nanti menghasilkan startup pada 2020 mendatang. Dan saya mengharapkan lebih dari satu,” harap Rudiantara.

Pada akhir sambutan, Rudiantara menekankan perlunya memiliki problem definition apabila akan mengembangkan aplikasi. “Karena tanpa hal ini tidak berarti sama sekali dan tidak bisa bermanfaat banyak,” pungkasnya. (Riskiana/Red-02)

Komentar

To Top