Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Foto: via kompas.com
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Foto: via kompas.com
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Foto: via kompas.com
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Foto: via kompas.com

NUSANTARANEWS.CO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku siap jika sewaktu-waktu dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi dalam pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Hal tersebut dikatakannya, menyusul namanya yang pernah disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Dia juga berjanji akan membantu lembaga antirasuah untuk membongkar kasus tersebut. Dia akan bercerita secara utuh mengenai kasus korupsi yang tengah disidik oleh KPK itu.

“Dulu toh, pernah saya dulu  disebut. makanya siapa yang kasih saya malah akan bantu untuk bongkar, karena saya orang yang ngamuk betul soal itu,” kata Ganjar, di Jakarta, Jumat, (14/10).

Sebagai informasi pada Agustus 2013 silam Muhammad Nazaruddin melalui pengacaranya, Elza Syarif pernah menyebutkan nama-nama yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan elektronik KTP (e-KTP).

Berdasarkan kertas yang dipegang Elza saat itu, terungkap nama-nama yang diduga terlibat dugaan korupsi pengadaan E-KTP. Nama-nama tersebut adalah Nazaruddin dan sesorang bernama Andi Mangong sebagai pihak pelaksana.

Dua orang yang disebut sebagai bos proyek E-KTP adalah Setya Novanto (Ketua Fraksi Partai Golkar) dan Anas Urbaningrum.

Pihak lain yang ikut disebut terlibat adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Sekretaris Jenderal Kemendagri Dian Anggareni, Pejabat Pembuat Komitmen Sugiarto, dan Ketua Panitia Lelang Drajat Wisnu S.

Masih berdasarkan kertas itu, disebutkan pula soal pembagian uang ke pimpinan Badan Anggaran. Nama Melcias Marcus Mekeng disebut menerima US$ 500.000, Olly Dondokambey US$ 1 juta, dan Mirwan Amir US$ 500.0000.

Sementara dari Komisi II DPR yang tertulis menerima uang adalah Haeruman Harahap sebesar US$ 500.000, US$ Ganjar Pranowo 500.000, dan Arief Wibowo US$ 500.000. (Restu)

Komentar