Berita Utama

GP Ansor DKI Siap Kawal dan Amankan Titah PBNU

Ketua Umum PBNU terpilih Said Aqil Siradj (tengah) mencium tangan Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin (kiri) disaksikan Ketua Panitia Daerah Muktamar NU ke-33 Saifullah Yusuf (kanan) saat penutupan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8) dini hari. Berdasarkan hasil muktamar tersebut bahwa Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi dan KH. Maruf Amin sebagai Rais Aam Syuriah PBNU setelah KH. Mustofa Bisri menolak penunjukan dirinya atas jabatan itu. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd/15
Ketua Umum PBNU terpilih Said Aqil Siradj (tengah) mencium tangan Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin (kiri) disaksikan Ketua Panitia Daerah Muktamar NU ke-33 Saifullah Yusuf (kanan) saat penutupan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8) dini hari. Berdasarkan hasil muktamar tersebut bahwa Said Aqil Siradj terpilih kembali menjadi Ketua PBNU periode 2015-2020 secara aklamasi dan KH. Maruf Amin sebagai Rais Aam Syuriah PBNU setelah KH. Mustofa Bisri menolak penunjukan dirinya atas jabatan itu. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd/15

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor DKI Jakarta, melalui Redim Okto Fudin selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga menegaskan bahwa Ansor DKI siap mendukung penuh pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj untuk tidak memilih Ahok.

Ini menyusul adanya pemberitaan oleh salah satu televisi swasta nasional yang mewartakan Said Aqil Siroj dikalim ikut menghadiri acara istighosah yang diadakan di kediaman Djan Faridz Minggu (5/2/2017) malam kemarin.

“Menyikapi berita yang disiarkan running text di Metro TV, bahwa istighotsah pada tanggal 5 malam, yaitu malam ini, Minggu malam, di rumah Pak Djan Faridz, Jalan Talang dihadiri oleh Ahok dan Ketua Umum PBNU; berita itu sama sekali tidak benar. Sama sekali tidak benar. Sama sekali tidak benar!” kata Said Aqil Siroj sebagaimana dilansir dari laman resmi NU.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU DKI, KH Mahfudz Asirun juga menyatakan secara tegas, acara istighasah yang dihadiri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ada sangkut pautnya dengan pengurus PWNU DKI. Artinya PWNU tidak tahu menahu soal acara yang mengatasnakan Nahdliyin DKI tersebut.

Untuk itu, dalam siaran persnya Senin (6/2/2017) GP Ansor DKI Jakarta akan mengawal sikap PWNU dan PBNU. “Kami warga NU tersinggung atas tindakan Ahok dan tim. Dan acara tersebut semakin membuat warga NU tersinggung. Warga NU DKI tersinggung dan tetap mengecam keras perlakuan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan pengacaranya terhadap Rois Am PBNU KH. Ma’ruf Amin,” tulis Redim Okto Fudin, Senin (6/2/2017).

Menurutnya, pernyataan Ahok dan pengacaranya beberapa waktu lalu bagaimanapun tetap menyakitkan dan menyinggung warga NU. “Karenanya warga NU sudah sewajarnya tidak mendukung orang yang telah membuat tersinggung warga NU,” imbuhnya.

Tak hanya mengawal, Ansor DKI juga siap mengamankan sikap PWNU DKI yang mendukung pernyataan tegas Ketua Said Aqil Siroj, bahwa saudara Ahok bersalah dan masyarakat NU DKI tidak akan memilih Ahok. (Adhon)

Komentar

To Top