Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Nusantaranews Photo/Rere Ardiansah
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Nusantaranews Photo/Rere Ardiansah

NUSANTARANEWS.CO – Intrik cagub petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebutkan cawagub DKI Sandiaga Uno ikut program tax amnesty sebagai bukti yang bersangkutan mengemplang pajak di masa lalu membuat pihak Gerindra berang. Ahok dinilai memprovokasi masyarakat untuk tidak taat pajak yang selama ini ditekankan pemerintah.

“Ini khan menggunakan kebijakan pemerintah untuk menyerang seseorang. Ini sama saja memprovokasi orang untuk melanggar pajak. Apa yang terjadi, Ahok ini menghalang-halangi orang untuk bayar pajak,” ujar ketua DPP Gerindra Desmond J. Mahesa di Jakarta, Rabu (4/10).

Anggota Komisi III DPR tersebut mengingatkan agar Ahok tidak bicara sembarangan di hadapan publik. Ia khawatir ucapan Ahok justru menyesatkan, hingga imbasnya masyarakat menjadi apatis terhadap kebijakan pemerintah.

Desmond meminta Ahok banyak belajar terkait kebijakan tax amnesty yang selama ini gencar ditekankan pemerintah.

“Ini Undang-Undang pemerintah atau Undang-Undang gelap? Harusnya Ahok belajar pemerintahan yang baik. Kalau dia belajar pemerintahan yang baik, tentunya dia paham, ngerti ngomong apa dia,” ungkapnya. (Hatiem)

Komentar