Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid. (Foto: Deni Muhtarudin/Nusantaranews)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid. (Foto: Deni Muhtarudin/Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Fraksi Partai Gerindra khususnya di Komisi VIII DPR RI menyatakan tidak puas dengan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2017.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, saat menyampaikan pandangan mini Fraksi Partai Gerindra ketika rapat bersama Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifudin.

“Fraksi Gerindra merasa kurang puas dengan angka BPIH tahun ini dan juga angka indirect cost tahun ini. Dalam target kami, angka BPIH itu adalah paling tinggi sama dengan ongkos tahun yang lalu,” ungkapnya di Ruang Rapat Komisi VIII Gedung Nusantara II DPR/MPR RI, Jakarta, Jum’at (24/3/2017).

Pada pembahasan terakhir, Sodik mengatakan, tadinya pihaknya agak optimis bahwa untuk mencapai harga tahun yang lalu itu cukup turun Rp329.000. Tapi faktanya, setelah Garuda Saudia berbicara dengan Kementerian Agama, hanya turun Rp67.000 atau US$5 saja.

“Demikian juga untuk indirect cost, kami tadinya berpikir bahwa kita bisa turun sampai angka 5,184 miliar, yakni harga tahun yang lalu dikali jumlah jamaah 204 ribu orang,” ujarnya.

Walaupun begitu, lanjut Sodik, pihaknya agak sedikit terhibur karena ada kurang lebih 20 item peningkatan mutu dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini.

“Dengan demikian kami beranggapan bahwa BPIH tahun ini adalah BPIH untuk peningkatan mutu pelayanan haji. Dengan demikian kami minta kepada Kemenag untuk melaksanakan amanah BPIH peningkatan mutu dengan sebaik-baiknya dan kepada seluruh stakeholder haji, termasuk jamaah, kami mohon teman-teman media juga ikut mengawasi BPIH peningkatan mutu tahun ini,” katanya menambahkan. (DM)

Komentar