Ketua GITM, Benny Rhamdani. foto viaprobmr
Ketua GITM, Benny Rhamdani. foto viaprobmr

NUSANTARANEWS.CO – Gerakan Indonesia Timur Menggugat (GITM) menyoroti bahwa Indonesia dalam keadaan bahaya yang sangat serius. Menurut GITM, dinamika politik nasional yang memanas sebulan terakhir secara tidak sadar telah mendorong kepermukaan wajah kelompok dan kekuatan politik yang mencoba bermain di air keruh dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari situasi politik yang tensinya semakin memanas tersebut.

Ketua GITM, Benny Rhamdani mengatakan, ada kelompok politik penumpang gelap yang memiliki agenda tersendiri dengan mengusung Ideologi ‘tandingan’ dari Ideologi negara yaitu Pancasila.

“Kelompok ini jelas tidak sekedar menjadi gangguan bagi situasi politik nasional dan ancaman bagi kebhinekaan, tapi juga secara nyata merongrong¬† eksistensi NKRI dan integrasi nasional,” kata Benny dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/11/2016).

Menurut Benny, negara yang direpresentasi oleh Pemerintahan Jokowi-JK yang mendapatkan mandat politik secara demokratis dan kuat dari rakyat Indonesia, harus melihat ini sebagai masalah serius dan ancaman yang bisa menjadikan negara runtuh dan bubar.

“Harus berani mengambil tindakan tegas atas nama negara dan rakyat untuk menghadapi dan menghabisi kelompok maupun kekuatan politik penumpang gelap anti pemerintah dan anti Pancasila tersebut,” ujar Benny.

Oleh karena itu, lanjut Benny, TNI dan Polri harus siap mengangkat panji-panji merah putih kapan, dimana dan dalam situasi apapun ketika negara memanggil.

Selain itu, Benny berujar, GITM sebagai wadah gerakan rakyat di wilayah Indonesia Timur ini akan memperjuangkan kesetaraan harkat dan martabat rakyat, dan akan mempertahankan NKRI dengan cara apapun. (Andika/Red)

Komentar