Berita Utama

Generasi Bangsa Harus Didorong Percaya Diri

Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto memotivasi peserta BPUN Dok GP Ansor Waykanan/Foto Aswaja/ NUSANTARAnews
Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto memotivasi peserta BPUN Dok GP Ansor Waykanan/Foto Aswaja/ NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Lampung, Gatot Arifianto, mengajak kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) setempat untuk berpikir positif dan mendorong generasi bangsa percaya diri.

“Jadi besok-besok lagi, tebarkan kepercayaan diri bagi kita, bagi adik atau keponakan kita. Jangan baru naik jendela sedikit atau berlari kecil sudah didoakan awas jatuh. Motivasilah generasi bangsa kita percaya diri, biarkan mereka naik setinggi mungkin, biarkan mereka berlari sekencang mungkin. Kata yang tepat untuk mereka adalah hati-hati, jangan lagi didoakan jatuh. Pembangunan dan kemajuan bangsa butuh orang-orang optimistis,” kata Gatot saat mengisi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) PAC IPNU dan IPPNU Baradatu, di Baradatu, Ahad (11/12).

Ia selanjutnya mengajak kader muda NU untuk berani bersuara atau mengemukakan pendapat baik sependapat atau tidak. “Kepercayaan diri harus diasah. Jika kita tidak pernah belajar maju dan bersuara, selamanya kita tidak akan pernah bisa melakukan itu. Saya yakin kader-kader muda NU Way Kanan ini hebat-hebat,” ujar Gatot yang juga bergiat di De Most sebagai Motivator Peta Potensi itu lagi.

Menyampaikan materi analisa diri, penggiat Gusdurian Lampung itu mengajak pelajar yang ingin berhimpun menjadi bagian NU menyimak kutipan Tsun Zu: Kenalilah musuhmu,kenalilah diri sendiri. Maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa risiko kalah. Kenali bumi, kenali langit, dan kemenanganmu akan menjadi lengkap. Setelah itu, ia meminta sejumlah peserta Makesta untuk maju menanggapi kalimat itu.

“Jangan kaget, memang begini cara saya menyampaikan materi. Saya datang sebagai narasumber, tapi apa gunanya jika yang tahu hanya narasumber saja sementara calon-calon pemimpin bangsa seperti sahabat-sahabat hanya menjadi pendengar setia,” katanya.

Meski pada mulanya ragu, sejumlah peserta akhirnya maju dan menanggapi kalimat Tsun Zu itu dengan pemahamannya masing-masing. Setelah itu, 25 peserta Makesta dari lima sekolah di daerah itu diminta bersama-sama menanggapi mengenai metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats).

“Saya tidak bohong bukan? Saya dari awal sudah yakin kader-kader IPNU dan IPPNU ini hebat-hebat. Bukti nyatanya adalah berani tampil di depan dan bersuara. Dan pendapat disampaikan juga masuk akal,” ujar Gatot lagi.

Peserta Makesta dari SMAN 1 Baradatu, Theodorix F Prima mengaku senang dengan dorongan diberikan Ketua Ansor Way Kanan itu. “Saya baru ketemu cara pembelajaran seperti ini, semua audiens diajak bicara dan diskusi. Asyik dan memotivasi, yang takut diyakinkan untuk berani maju kedepan dan bicara,” paparnya.

Peserta Makesta lain, Trisno Febriyanto dari SMKN1 Baradatu memberi tanggapan senada dengan Theo. “Kalau pelajaran di kelas guru biasanya monoton, tidak banyak bertanya. Pola pembelajaran seperti tadi bagus, kami terlibat bicara dan belajar mengemukakan pendapat. Dan saya memahami materi disampaikan karena beberapa peserta juga diminta menyimpulkan materi disampaikan dari awal hingga akhir,” katanya.

PAC IPNU dan IPPNU Baradatu menggelar Makesta mulai Sabtu hingga Ahad, 11 -12 Desember 2016 di aula SMAN 1 Baradatu. Tema kegiatan tersebut ialah Menciptakan Kader Berkualitas yang Sadar untuk Belajar, Sabar Untuk Berjuang, Ikhlas Untuk Bertaqwa dengan Prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja/red-02).

Komentar

To Top