Ekonomi

Gandeng UTM, Pemprov Jatim Kembangkan Jagung Hibrid Madura

Gubernur Jawa Timur hadiri diskusi percepatan swasembada tanaman jagung dan pembangunan Madura di Universitas Trunojoyo Bangkalan Madura. Foto Tri Wahyudi
Gubernur Jawa Timur hadiri diskusi percepatan swasembada tanaman jagung dan pembangunan Madura di Universitas Trunojoyo Bangkalan Madura. Foto Tri Wahyudi

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendukung langkah Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mengembangkan jagung hibrid Madura melalui proses research and development. Dukungan tersebut diberikan sebagai upaya meningkatkan produktivitas jagung Madura yang masih tergolong rendah.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakanjagung hibrid hasil riset UTM ini mampu menghasilkan 7,9 ton per hektar, lebih banyak dari jagung lokal Madura, yang hanya menghasilkan 2,5 ton per hektar.

“Hasil dari jagung hibrid ini bisa lebih dari dua kali lipat jagung lokal,” kata Soekarwo, Selasa (11/4/2017).

Untuk meningkatkan produksi jagung Madura, selain dengan meningkatkan produktivitasnya, juga perlu dilakukan perluasan areal tanam. Perluasan lahan tersebut membutuhkan komitmen kuat dari kepala daerah yang dibantu unsur Muspida seperti Dandim dan Kapolres.

“Perluasan ini bisa dilakukan dengan melibatkan unsur perguruan tinggi seperti MoU dengan UTM ini. Tapi saya minta dicek betul tanahnya, jangan tanah yang bermasalah,” katanya.

Ditambahkan Soekarwo, permasalahan serius saat ini adalah dari total 36,49 persen tenaga kerja sektor pertanian di Jatim hanya menyumbang sebanyak 13,31 persen PDRB Jatim.

Solusinya ada dua, pertama, meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) dengan agro input, pengairan dan bibit bagus. Kedua, jangan menjual produk pertanian yang belum diolah. Misal menjual pisang yang sudah diolah menjadi keripik pisang dan nangka.

Pewarta: Tri Wahyudi
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top