Demonstrasi para Nelayan dari Rembang di Jakarta. Foto Al Ayubi/ NUSANTARANEWS.CO
Demonstrasi para Nelayan dari Rembang di Jakarta. Foto Al Ayubi/ NUSANTARANEWS.CO

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Umum Front Nelayan Indonesia, Rusdianto Samawa membantah tudingan Menteri KKP, Susi Pudji Astuti yang menyebut para pengusaha tersebut dibiayai oleh pengusaha yang takut bisnisnya ambruk karena kebijakan pelarangan penggunaan cantrang.

“Tuduhan Susi atas kami yang advokasi nelayan berisi fitnah yang sangat keji dan tidak punya hati nurani,” tutur Rusdianto kepada media, Jum’at (14/7/2017).

“Salah satu cara respon nelayan terhadap berbagai peraturan menteri Susi Pudjiastuti yang berdampak pada nelayan diberbagai daerah adalah memilih demonstrasi sebagai cara efektif untuk menyampaikan aspirasi. Setelah berbagai upaya dialog dan diskusi tidak diterima oleh Susi Pudjiastuti,” sambung dia.

Menurut Rusdianto aksi demonstrasi tersebut adalah bentuk keprihatinan dunia perikanan tangkap yang dilarang alat tangkapnya oleh Susi Pudjiastuti, pembudidaya ikan kerapu yang dihambat penjualannya, dan industri perikanan pun kolaps. Sebab, tiadanya pasokan bahan baku ikan.

“Nelayan menjadi korban bengisnya penguasa dari berbagai produk kebijakan yang selama ini tidak mampu mensejahterakan,” ungkapnya.

Rusdianto menyayangkan statemen ketua BIN yang menganggap demo itu sebagai salah satu bagian dari skenario untuk melengserkan Susi sebagai menteri KKP.

“Alhamdulillah Pak Budi Gunawan sebagai kepala BIN melalui Deputi VI Bidang Komunikasi dan Informasi, sudah mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut bahwa nelayan dipastikan dibeking oleh cukong atau pengusaha hitam,” tutup Rusdianto.

Pewarta: Ucok Al Ayubbi
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar