Connect with us

Hankam

FKB KAPPI ’66: PKI Mau Coba-Coba Lagi Kudeta!

Published

on

NUSANTARANEWS.COFKB KAPPI ’66, PKI Mau Coba-Coba Lagi Kudeta!. Bau kebangkitan PKI terasa semakin menguat belakangan ini, baik secara terang-terangan dalam upaya pencabutan Tap No XXV/MPRS/1966, serta wacana permintaan maaf negara kepada para korban Tragedi 30S/PKI 1965. Bahkan menurut Kivlan Zen, aksi-aksi sporadis yang bercirikan khas PKI adalah fakta ungkapnya dalam sebuah dialog di stasiun TV Swasta.

Dalam acara tersebut, Kivlan memaparkan bahwa telah terjadi peristiwa perusakan Al Quran di sebuah Pesantren di Garut, ada aksi penguasaan tanah eks PTP di Batang, di Garut, dan di Sukabumi oleh Barisan Tani.

Melihat sepak terjang khas PKI tersebut, Pejabat Ketua Umum FKB KAPPI ’66, Alex M. Paath, angkat bicara, dan menegaskan bahwa kebangkitan PKI itu nyata, bukan isapan jempol. “PKI kayaknya mau coba-coba lagi melakukan kudeta,” ungkap Alex.

Alex menjelaskan bahwa PKI itu muncul kembali tanpa bentuk, hanya dapat dirasakan baik dalam bentuk pikiran maupun tindakan yang ke kiri-kirian. Mereka (PKI-Red) muncul kembali dalam bentuk OTB (organisasi tanpa bentuk), yang dulu sebelum reformasi sempat ramai dibicarakan karena disinyalir sebagai metamorfosis dari gerakan PKI.

Lebih jauh Alex juga mengingatkan bahwa mereka sebagai OTB dengan mudah dapat menyusup ke dalam organ-organ pemerintahan, partai politik, LSM bahkan mungkin TNI. “Mereka nyata, tapi tidak kelihatan, mereka seperti hantu yang bergentayangan,” tambahnya.

Jadi tindakan aparat dalam menegakkan hukum dan Undang-Undang yang berkaitan dengan Tap No XXV/MPRS/1966 sudah bagus dan tepat, saat diminta pendapat mengenai tindakan aparat hukum yang dianggap berlebihan oleh beberapa aktivis LSM.

Disamping soal PKI dan Komunisme, Alex juga mengingatkan soal ideologi kapitalisme-liberalisme yang tidak kalah berbahayanya bagi kepentingan bangsa. “Masa pemerintah membiarkan pihak swasta bisa menguasai industri dari hulu sampai hilir. Belum lagi kita bicara MEA,” ujarnya. (As/Ed)

Advertisement

Terpopuler