Stadion Internasional Khalifa, Qatar. (Foto: Dohanews)

NUSANTARANEWS.CO – Perselisihan diplomatik negara-negara Teluk yang melibatkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar telah memunculkan kekhawatiran terkait pelaksanaan Piala Dunia 2022 mendatang. Pasalnya, ajang sepakbola terakbar sejagad pada 2022 akan dilangsungkan di Qatar.

Qatar adalah tuan rumah Piala Dunia 2022. Jika api perselisihan tak kunjung padam, tentunya akan menganggu keberlangsungan perhelatan Piala Dunia nanti.

Menyikapi kekhawatiran itu, Presiden FIFA Gianni Infantino tidak percaya bkrisis diplomatik tersebut akan mengancam terselenggaranya Piala Dunia di Qatar.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan surat kabar Swiss, Le Matin Diamanche dan Sonntagszeitung seperti dikutip Reuters Infantino memperkirakan situasi diplomatik negara-negara Teluk akan kembali normal, sekurang-kurangnya dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain, termasuk juga Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar Senin lalu, menuduh Doha mendukung terorisme. Qatar mengatakan tuduhan tersebut didasarkan pada kebohongan.

Baca: Piala Dunia 2022, 1,3 Juta Pencinta Sepakbola Bakal Kunjungi Qatar

Ketika ditanya apakah Qatar dalam bahaya, Infantino menjawab: “Tidak. Bagaimanapun, saya tidak terbiasa berspekulasi dan saya juga tidak akan melakukannya (spekulasi),” katanya.

Infantino mengatakan bahwa FIFA terus memperhatikan perkembangan situasi dan melakukan kontak reguler dengan pihak berwenang Qatar.

“Peran penting FIFA, seperti yang saya mengerti, adalah menangani sepak bola dan tidak mengganggu geopolitik. Kita memang menghadapi krisis diplomatik. Tapi di sisi lain, saya yakin kawasan ini akan kembali ke situasi yang normal. Piala Dunia adalah tahun 2022. Dalam lima tahun lagi,” terang Infantino.

Ia menegaskan, demi terselenggaranya Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA siap membantu apa yang bisa dibantu.

“Jelas, jika sepak bola bisa memberikan kontribusi bahkan sekecil apapun bentuknya, dengan cara apapun, untuk perbaikan, saya tidak akan ragu untuk menawarkan bantuan,” tegasnya. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar