Wakil Ketua DPR, Fadli Zon/Foto nusantaranews/Leman
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon/Foto nusantaranews/Leman

NUSANTARANEWS.CO – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, membantah bahwa aksi unjuk rasa yang akan dilakukan pada 4 November 2016 nanti terdapat unsur Islam Radikal di dalamnya.

“Saya kira tidak benar ya, dari kelompok-kelompok yang hadir itu bahkan ada dari ibu-ibu pengajian, modern dan lain sebagainya. Kemudian dari ormas-ormas dan kelompok-kelompok nasionalis akan hadir,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Menurutnya, massa aksi yang akan bergabung dalam unjuk rasa tanggal 4 November 2016 nanti memang berasal dari berbagai elemen. Namun, ia menegaskan, massa aksi yang tergabung hanyalah dari elemen-elemen masyarakat yang biasa saja, tidak ada unsur dari Islam Radikalnya.

“Semua hanya menuntut satu yaitu pada proses penegakkan hukum, dan ini harus kita hargailah. Semua ini proses yang biasa saja, tidak harus ada yang perlu ditakutkan,” ujar Fadli.

Politisi dari Partai Gerindra itu juga menjelaskan, Indonesia sudah menjalankan sistem demokrasi selama 18 tahun lamanya, dan unjuk rasa nanti bukanlah unjuk rasa besar untuk pertama kalinya.

“Jadi tidak perlu ada yang dibesar-besarkan, orang demo itu kan sah dan bagian dari demokrasi kita. Jadi tidak perlu ditakut-takuti, tidak perlu ada tembak di tempat, yang demo orang kita sendiri kok,” kata Fadli.

Justru, Fadli menambahkan, adanya instruksi tembak di tempat bagi yang anarkis akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan. “Jadi demo itu harus dikawal, bukan ditakut-takuti. Mereka ini Warga Negara Indonesia (WNI), mereka ini rakyat kita, jadi harus dikawal oleh polisi, mereka ini bukan musuh,” ujarnya. (Deni)

Komentar