mark zuckerberg pendiri facebook. Foto via venturebeat
mark zuckerberg pendiri facebook. Foto via venturebeat

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) sempat berdialog dengan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg usai menghadiri APEC Business Advisory Council di Lima, Peru, Sabtu (19/11/2016) waktu setempat atau Minggu waktu di Jakarta.

Keduanya membahas mengenai konektivitas internet di Indonesia. Airlangga juga sempat berbincang singkat dengan Mark Zuckerberg.

Menurut Airlangga, Zuckerberg menawarkan solusi untuk menambah jaringan internet di daerah-daerah terpencil di Tanah Air dengan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) rancangan Facebook. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM).

Apalagi, Airlangga menilai program konektivitas yang dikembangkan Facebook bisa memadukan pembangunan perekonomian secara keseluruhan. Hal ini sesuai tema APEC tahun ini, yang menekankan pada kesetaraan pertumbuhan ekonomi.

Dalam beberapa kesempatan, Airlangga menyampaikan, saat ini dunia industri di seluruh dunia sedang bertransformasi untuk menyambut revolusi industri yang ke-4 atau dikenal dengan istilah Industri 4.0. “Era industri ini menekankan pada kolaborasi proses manufaktur dengan dunia digital, khususnya dengan platform Internet of Things,” tuturnya.

Airlangga meyakini, industri 4.0 bertujuan untuk mencari langkah-langkah yang lebih efisien dan mengoptimalkan proses produksi agar mencapai output yang maksimal.  “Oleh karena itu, Kemenperin tengah mengkaji beberapa industri yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai pionir bagi perkembangan industri 4.0 di Indonesia,” jelasnya.

Airlangga juga mengungkapkan, saat ini sudah banyak jenis produk berbasis internet yang dapat ditemui sehari-hari, mulai dari aplikasi media sosial, perbankan, jual-beli dan lainnya. Dengan besarnya peluang pasar internet di Indonesia, diharapkan pula makin bermunculan produk-produk digital baru karya industri dan start-up lokal yang inovatif.

“Indonesia harus beradaptasi dengan cepatnya perkembangan teknologi agar tidak tertinggal, dengan terus menciptakan inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan,” ujar Airlangga dalam siaran pers Kemenprin, Rabu (23/11/2016).

Ini juga memperlihatkan bahwa besarnya pasar internet di Indonesia menjadi peluang yang sangat menjanjikan dalam rangka pengembangannya bagi industri nasional khususnya sektor elektronika dan telematika. (Andika)

Komentar