Pohon Bonsai Bertenaga Surya/Foto via Daily Mail/Nusantaranews
Pohon Bonsai Bertenaga Surya/Foto via Daily Mail/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Menipisnya cadangan sumber energi dari fosil serta kesadaran untuk mengurangi penggunaan karbon memunculkan berbagai inovasi mengagumkan dalam menjawab masa depan kebutuhan sumber energi di masa depan. Adalah Vivien Muller sorang perancang asal Prancis menemukan solusi bagi kebutuhan sumber energi di masa depan dengan hanya mamanfaatkan energi bersumber dari tenaga matahari.

Solar energy atau energi tenaga surya merupakan salah satu alternatif dari jawaban energi baru terbarukan (EBT). Dibeberapa negara untuk menghasilkan energi, mereka telah menggunakan panel surya. Di India misalnya, diciptakan taman surya. Dimana di dalam lokasi sudah ditanamai pohon matahari elektrik yang difungsikan sebagai energi pengganti listrik.

Namun, baru-baru ini Vivien Muller berhasil menawarkan sumber energi tenaga surya dengan menciptakan nirkabel berupa pohon mini (electree mini). Pohon bonsai bertanaga surya ini yang mampu menghasilkan sumber energi untuk kebutuhan peralatan elektronik sehari-hari.

Antara lain untuk mengisi batu bateri jam dinding, remot bahkan juga bisa untuk mengecas ponsel atau gadged. Untuk batu bateri jam, bisa langsung menaruhnya di sela-sela dahan pohon elektrik mini yang sudah disediakan. Sementara untuk mengeces ponsel cukup hanya dengan manyambungkan kabel USB ke perangkat lunak yang kita miliki.

Electree atau Pohon Mini Penghasil Tenaga Surya/Foto via Techcrunch/Nusantaranews
Electree atau Pohon Mini Penghasil Tenaga Surya/Foto via Techcrunch/Nusantaranews

Selain itu, pohon bonsai bertanaga surya ini juga bisa dimanfaatkan sebagai lampu penerangan di malam hari. Ini adalah pohon bonsai futuristik yang cerdas dan sangat ramah lingkungan. Menariknya, pohon electric didesain menyerupai sebuah pohon bonsai lengkap dengan daun-daunnya yang berfungsi untuk menyerap sinar matahari. Selanjutnya sinar matahari ini diolah menjadi sumber energi.

Vivien Muller awalnya mulai memperkenalkan temuannya ini sejak tahun 2008 silam. Namun masih terkendala dalam pengaplikasiannya. Baru tiga tahun kemudian, Muller mencoba untuk berani membawa perangkatnya tersebut ke pasar. Hasilnya banyak orang yang berminta dengan produknya tersebut yang dibanderol $ 370 dengan sistem pre-order.

Selanjutnya ia terus berinovasi agar pohon bertenaga surya ini bisa lebih efesien. Maka didesainlah pohon bertenaga surga dengan bentuk mini (bonsai). Saat ini alat bernama electree rencananya akan diproduksi di Amerika Serikat dengan jumlah besar.

Pohon bonsai bertanaga surya bisa digunakan untuk mengisi baterai internal mencapai 14,000mAh. Agar electree tersebut bisa terisi penuh maka dipasang fitur 27 panel surya di ujung cabang, yang disesuaikan untuk menangkap cahaya maksimum. Dengan membutuhkan waktu 36 jam di bawah sinar matahari. Sekalipun demikian, jika hanya sekedar untuk keperluan mengecas ponsel, waktu 4 jam sudah cukup guna mengisi penuh ponsel kita.

Penulis: Romandhon

Komentar