Ilustrasi Internet/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Indonesia akan dijadikan kekuatan ekonomi digital terbesar di Kawasan Asia Tenggara pada 2025 mendatang. Kondisi geografis Indonesia yang notabene negara kepulauan dijadikan alasan kuat pengembangan internet. Pasalnya, dengan adanya koneksi internet di berbagai daerah, nantinya penetrasi dari ekonomi digital akan semakin dalam dan luas.

Melihat kondisi Indonesia yang berbeda dengan negara-negara lain, negara-negara kontinental (daratan), Google berambisi mengembangkan koneksi internet Indonesia terbesar, khsusunya di Kawasan Asia Tenggara. Artinya, internet nantinya akan menjadi solusi alternatif Indonesia dalam mengembangkan perekonomian, khususnya ekonomi digital.

Kendati logistik lebih berat karena faktor geografis, pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur broadband internet melalui proyek Palapa ring.

Perkembangan Indonesia di bidang internet semakin tumbuh pesat adalah fakta yang tak dapat disangkal. Bayangkan saja, Indonesia kini telah memiliki 100 juta pengguna internet, dan jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada nomor lima terbesar di dunia, kata Kepala Industri Google Indonesia Henky Pryatna.

Meski digital ekonomi Indonesia masih jauh tertinggal dari China dan India, pengembangan broadband dan penetrasi perangkat mobile (selular phone) akan membantu percepatan pengguna internet di Indonesia, kata dia.

Jika pengembangan koneksi internet dan ekonomi digital terus digalakkan, maka internet akan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia di masa mendatang. Bahkan, internet perlahan tapi pasti kini telah dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan ekonomi alternatif dan pengembangan berbagai macam usaha. Contohnya sudah banyak, tentu saja. Dan upaya itu juga sudah berkembang pesat di negara-negara lainnya di dunia. Ambil contoh misalnya Jeff Bezos yang terbukti sukses mengembangkan situs jualan online bernama Amazon. Karuan saja, Amazon saat ini menjadi situs penjualan online terbesar di dunia. Dan Bezos, kini menjadi orang super kaya nomor tiga dunia versi majalah Forbes.

Model pengembangan ekonomi inovatif seperti Amazon diperkirakan akan terus berkembang. Terlebih di Indonesia, situs jualan online sudah mulai menjamur karena terbukti sangat menguntungkan sekaligus lebih efisien.

Inilah kenyataan perubahan besar yang terus terjadi, dan tentunya tak boleh dipandang sebelah mata. Masyarakat harus benar-benar melek, bahwa internet ke depan akan menjadi kebutuhan sehari-hari, terutama dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan ekonomi alternatif, kalau tidak utama,  di tengah-tengah ketidakmenentuan kondisi perekonomian dunia. (eriec dieda/red)

Komentar