Berita Utama

Dukungan Titiek Suharto ke Calon Lain Buktikan Golkar Tak Solid

Titiek Soeharto di mimbar utama pada jeda Sidang Paripurna pemilihan Pimpinan MPR di Gompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Oktober 2014. Foto: TEMPO/Dhemas Reviyanto
Titiek Soeharto di mimbar utama pada jeda Sidang Paripurna pemilihan Pimpinan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Oktober 2014. Foto: TEMPO/Dhemas Reviyanto

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dukungan yang diberikan Titiek Soeharto terhadap pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, dinilai membuktikan Partai Golkar sedang tidak solid dan memainkan skema dua kaki.

“Masuknya Titiek ke Anies-Sandi mencerminkan Partai Golkar tidak solid, dan bahkan bisa membuat Ahok-Djarot kalah,” ujar pengamat politik Ujang Komarudin melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Hal tersebut dinilai oleh Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) sangat berbahaya jika terjadi dalam sebua partai politik. Terlebih lagi apabila ada kader yang mendukung calon lain di luar kesepakatan Golkar.

“Ini seolah mau menunjukkan bahwa jangan-jangan fenomena gunung es yang terlihat dan terang-terangan Titiek Soeharto. Padahal sesungguhnya banyak pengurus dan kader Golkar mendukung Anies-Sandi secara diam-diam,” tutur Ujang.

Apa yang dilakukan Titiek ini memanglah tidaklah salah secara pribadi, sambung Ujang,namun melanggar secara organisatoris atau kepartaian karena melanggar keputusan partai.

Ujang Komarudin menyampaikan, jika Golkar sudah memutuskan mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot) maka seluruh pengurus dan kader harus menaati.

“Namun fenomena kader Golkar yang sering mendukung calon di luar partainya mencerminkan politik yang pragmatis. Dan itu sudah banyak terjadi,” papar dia.

Reporter: Richard Andika

Komentar

To Top