Duh, 168 Ribu Warga Korban Penggusuran di DKI Potensial Jadi Pemilih Siluman

0
Ilustrasi Korban Penggusuran di DKI/Foto: dok. aktual.com
Ilustrasi Korban Penggusuran di DKI/Foto: dok. aktual.com

NUSANTARANEWS.CO – Ketua tim Advokasi dan Pengamanan cagub cawagub Anies-Sandi, Agus Otto menyangsikan kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di DKI. Pasalnya, proses pencocokan dan penelitian data penduduk calon pemilih di Pilkada DKI nanti hingga saat ini belum menunjukkan validitas data yang pasti.

Selain itu, kata Otto terdapat 168 ribu warga DKI korban penggusuran yang terancam kehilangan hak pilihnya. Atau bahkan mungkin, berpotensi menjadi pemilih siluman.

“Persoalannnya adalah para (calon) pemilih yang menjadi korban penggusuran. Mereka yang dipaksa pindah sangat banyak. Tapi kini keberadaannya tidak diketahui,” ujar Agus di kantor pemenangan Anies-Sandi di Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Agus menilai masalah tersebut menjadi potensi utama manipulasi hasil pencoblosan dari Pilkada nanti. Karena itu, ia meminta supaya KPU tidak berdiam diri untuk mengurus hal itu.

Agus mengungkapkan para korban penggusuran yang saat ini tidak jelas keberadaannya merupakan warga negara yang memiliki hak untuk turut serta dalam menentukan pemimpinnya. Jika tidak ada usaha pendataan terhadap mereka, kata dia, berarti KPU tidak akomodati terhadap hak mereka.

“Sehingga terancam kehilangan hak konstitusionalnya karena kehilangan hak pilih. Kita ingatkan KPUD DKI, jangan sampai membiarkan ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sumber daya yang dimiliki KPU dalam melaksanakan tugas pemutakhiran data penduduk dan daftar pemilih cukup memadai. Setidaknya, KPU memiliki dua ribu petugas PPDP untuk memvalidasi seluruh daftar pemilih secara maksimal. (Hatiem)

Komentar