Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Rofi Munawar/Foto Dok. Humas DPR
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Rofi Munawar/Foto Dok. Humas DPR

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Israel telah melakukan penutupun terhadap Mesjid Al Aqsha menyusul insiden penembakan yang menyebabkan dua polisi Israel mati oleh tiga pria. Tiga orang pelaku tertangkap sudah dieksekusi mati oleh otoritas setempat.

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar mengecam tindakan Polisi Israel yang telah menutup Masjid al-Aqsa di Yerusalem dan melarang warga Muslim Palestina salat Jumat di masjid tersebut (14/7).

“Tindakan penutupan dan pelarangan shalat jumat di Mesjid Al Aqsha jelas tidak bisa dibenarkan, karena menghalangi umat islam untuk beribadah dan berziarah ke tempat suci tersebut,” ungkap Rofi’ dalam keterangan persnya, Senin (17/7/2017) di Jakarta.

Rofi mengatakan penutupan mesjid Al Aqsha karena alasan keamanan merupakan tindakan berlebihan dan melanggar Hak Azasi Manusia (HAM), khususnya masyarakat Palestina dalam menjalankan keyakinannya.

“Israel harus segera mencabut kebijakan tersebut. Karena nyata-nyata telah mencederai prinsip keagamaan dan prinsip kedaulatan sekaligus,” tegasnya

Sejatinya sudah banyak kecaman terkait keberadaan serta penguasaan Israel terhadap kawasan suci Mesjid Al Aqsha. Kebijakan terbaru dari Komite Warisan Budaya Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO telah mengeluarkan resolusi yang menegaskan kembali tidak adanya kedaulatan Israel atas Kota Al-Quds (Yerusalem) yang didudukinya selama ini.

“Dan tidak terhitung berapa kali Israel tidak mematuhi resolusi yang di keluarkan PBB, tanpa ada sangsi dan tindakan apa-apa,” pungkasnya.

Pewarta: Ucok Al Ayubbi
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar