Connect
To Top

Ditinggal Wafat Istrinya, Zhang ‘Kawini’ Boneka Seks

NUSANTARANEWS.CO – Seorang pria di China rela menghabiskan uang sebesar 16.000 Yuan, atau setara dengan Rp31.659.192 untuk membeli sebuah boneka seks sebagai pengganti istrinya yang meninggal dunia akibat kanker. Pria itu bernama Zhang Wenliang dari Chongzhou City, provinsi Sichuan.

Dilansir People’s Daily Online, Zhang telah menikah selama 40 tahun, tetapi selama itu pula ia dan istrinya tak dikaruniai seorang anak. Istrinya meninggal dunia akibat kanker pangkreas. Sejak didiagnosis Maret 2015 tahun lalu, kanker tersebut menyebar dengan cepat hingga menemukan istri Zhang dengan ajalnya selang tiga bulan kemudian.

Zhang adalah seorang pensiunan dokter, dan telah berusia 70 tahun. “Saya membantu orang lain mengatasi penyakit mereka, tetapi dengan penyakit istriku, aku tak bisa berbuat apa-apa,” kata Zhang.

Hanya berselang sebulai usai ditinggal istrinya, Zhang memutuskan untuk membeli boneka seks dan sudah menganggap boneka tersebut istrinya. Boneka seks yang dibeli Zhang diketahui bisa bersuara dan dapat dikendalikan oleh suhu udara tertentu.

“Saya tidak ingin dia luar. Aku ingin dia tinggal bersama saya di rumah. Saya ingin melihatnya setiap hari,” ujar pria berusia 70 tahun itu.

Boneka itu dikenakan baju almarhum istrinya. “Mungkin bagi sebagian orang mereka hiburan atau untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tapi saya melihatnya sebagai orang yang nyata yang adalah sukacita bagi saya karena saya kehilangan istri saya,” ujar dia kepada wartawan.

Guna menjaga reputasinya sebagai seorang pensiunan dokter, Zhang memutuskan hubungan sosialnya sejak dirinya membeli boneka seks yang tergolong mahal harganya.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Zhang mulai gusar melihat kondisi boneka seks kesayangannya itu karena sudah tampak berantakan dan rusak. Merasa geram, ia pun lantas menggugat pihak produsen boneka. Namun, dalam laporan ini Zhang tak menyebutkan produsen boneka tersebut.

“Saya menghabiskan 16.000 Yuan – itu bukan angka yang kecil. Tapi kualitasnya teramat sangat miskin,” ucapnya kesal. (eriec dieda)

Komentar