Connect
To Top

Dirjen Ketenagalistrikan dan Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Kompak Tingkatkan KBK Peserta Didik SMK

Program Listrik 35.000 MW Masih Terhambat/Foto: via sindonews.com

Program Listrik 35.000 MW Masih Terhambat/Foto: via sindonews.com

NUSANTARANEWS.CO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Dirjen Ketenagalistrikan dan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikdasmen Kemendikbud) menyepakati satu kerja sama dalam meningkatkan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan (KBK) pada peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Adapun penandatanganan kesepakatan bersama dilaksanakan di kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Jumat (30/9).

Kementerian ESDM menerangkan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan formal yang membekali lulusannya dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri merupakan jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 Mega Watt (MW). Karena itu Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan perlu ditingkatkan melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang handal.

Dalam keterangan tertulis yang diterima nusantaranews, di Jakarta, Jumat (30/9) Kementerian ESDM menyebutkan bahwa, untuk melaksanakan kesepakatan tersebut, maka Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikdasmen Kemendikbud mengimplementasikan kerja sama.

Tujuan dari kerja sama itu ialah untuk melaksanakan pengembangan kompetensi peserta didik SMK sebagai calon tenaga kerja bidang ketenagalistrikan. Disamping itu juga untuk menyempurnakan kurikulum dan proses pembelajaran bermutu di SMK sekaligus untuk melaksanakan program dan kegiatan praktik kerja lapangan dan sertifikasi bagi pendidik dan peserta didik SMK.

Sementara lingkup kerja sama antara Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dengan Ditjen Dikdasmen Kemendikbud adalah (1) Pengembangan kelembagaan; (2) Pengembangan kurikulum; (3) Dukungan proses pembelajaran yang bermutu, antara lain: guru tamu di SMK, penyempurnaan materi pembelajaran, penilaian, praktik kerja lapangan bagi guru dan peserta didik di industri; (4) Pengembangan kompetensi peserta didik; (5) Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; (6) Fasilitasi sarana dan prasarana pendidikan; (7) Fasilitasi uji kompetensi dan sertifikasi; (8) Penyediaan pangkalan data lulusan SMK bidang ketenagalistrikan; (9) Pemetaan kebutuhan tenaga kerja bidang ketenagalistrikan; (10) Pencitraan pendidikan dalam bidang ketenagalistrikan; (11) Monitoring, evaluasi, dan umpan balik penyempurnaan program.

Dalam upaya menyelaraskan antara kebutuhan tenaga kerja terampil yang mendukung Program Penyediaan Listrik 35.000 MW dengan pasokan tenaga kerja terampil lulusan SMK maka akan dikembangkan sekurang-kurangnya 50 SMK yang memiliki program keahlian ketenagalistrikan sebagai center of excellent ketenagalistrikan. Pengembangan tersebut akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari pemerintahan maupun pihak swasta. Pemilihan lokasi SMK akan disesuaikan dengan peta kebutuhan tenaga kerja yang disediakan oleh Kementerian ESDM.

Program Kerja sama Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada peserta didik SMK ini merupakan salah satu upaya sinergi antar kementerian guna mendukung program pemerintah yang sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak dalam peningkatan kompetensi peserta didik SMK bidang ketenagalistrikan, sehingga terwujud lulusan SMK yang kompeten, memiliki daya saing, berkualitas, dan profesional, serta mampu mendukung pembangunan ataupun perkembangan dunia usaha/dunia industri. (Riskianan/Red-02)

Komentar