Doa bersama 660 calon haji (calhaj) asal Boyolali usai pemotretan syarat pembuatan paspor di kantor Imigrasi, Mei 2016/Foto Nusantaranews via dok. hajikita
Doa bersama 660 calon haji (calhaj) asal Boyolali usai pemotretan syarat pembuatan paspor di kantor Imigrasi, Mei 2016/Foto Nusantaranews via dok. hajikita
Doa bersama 660 calon haji (calhaj) asal Boyolali usai pemotretan syarat pembuatan paspor di kantor Imigrasi, Mei 2016/Foto Nusantaranews via dok. hajikita
Doa bersama 660 calon haji (calhaj) asal Boyolali usai pemotretan syarat pembuatan paspor di kantor Imigrasi, Mei 2016/Foto Nusantaranews via dok. hajikita

NUSANTARANEWS.CO – Kurang dari sebulan, jamaah haji gelombang pertama siap diberangkatkan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil memastikan, semua persiapan sudah matang. “Semua berjalan sesuai rencana,” kata Djamil, di Jakarta, Selasa (26/7).

Menurut Djamil, tahun ini tidak ada penambahan kuota jamaah haji. Jumlah keseluruhan jamaah haji reguler 155.200 jamaah, sedangkan haji khusus 13.600 jamaah. Persiapan jamaah haji, tambahnya, dibagi menjadi dua, dalam negeri dan luar negeri. Untuk persiapan dalam negeri mencakup persiapan dokumen untuk mendapatkan visa di Kedutaan Besar Arab Saudi.

“Kita prioritaskan kloter pertama, dan menyusul kloter berikutnya hingga terakhir,” kata Djamil.

Kemudian, berkaitan dengan menjelang keberangkatan, Djamil juga memastikan 13 embarkasi yang ada diseluruh Indonesia sudah siap untuk menampung sementara calon jamaah haji. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan, kantor wilayah dan lembaga terkait tentang pemberangkatan calon jamaah haji gelombang pertama, 9 Agustus 2016 nanti.

Sementara itu, untuk persiapan di luar negeri, Djamil juga memastikan semua lancar. Mulai dari penginapan di Madinah dan Mekah, transportasi yang menghubungkan kedua kota tersebut, dan katering.

“Kalau di luar negeri sudah siap, sudah tanda tangan kontrak,” katanya.

Ditambahkan Djamil, hingga saat ini belum ada kendala serius. Namun, hal-hal yang perlu diantisipasi adalah pergantian jamaah dikarenakan mundur akibat sakit atau meninggal dunia. “Kita belum tahu berapa orang yang batal. Karena itu kan insidentil,” tandasnya. (Achmad)

Komentar